Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terus menggenjot peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat. Guna mewujudkan visi besar tersebut, majelis ini merencanakan gelar Anugerah Masjid Muhammadiyah Inspiratif (AMMI).
Wakil Ketua PWM Jatim, Dr. Sholihin Fanani, menegaskan bahwa inisiasi ini merupakan langkah konkret untuk memacu semangat para takmir dan pemakmur masjid di seluruh Jawa Timur agar terus berinovasi. “Kita dorong agar AMMI segera terlaksana,” kata Sholihin Fanani saat ditemui di Kantor PWM Jatim, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Dr. Sholihin, AMMI bukan sekadar ajang kompetisi seremonial, melainkan sebuah gerakan apresiasi untuk menggali potensi masjid yang selama ini telah bergerak di tengah masyarakat.
“Kami ingin memacu semangat para pemakmur masjid. Anugerah ini hadir untuk memberikan pengakuan, penguatan, dan motivasi agar masjid-masjid Muhammadiyah tidak hanya ramai secara fisik saat waktu salat, tetapi benar-benar makmur secara fungsi, program, dan peradaban,” ujarnya.
Lebih jauh, Sholihin menekankan bahwa masjid di era kontemporer harus bertransformasi menjadi pusat solusi bagi berbagai permasalahan umat. Sejalan dengan prinsip Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah, masjid dituntut untuk memiliki daya ungkit sosial, ekonomi, dan pendidikan yang nyata.
“Masjid harus hadir sebagai solusi umat. Melalui AMMI, kita akan memetakan dan menginspirasi masjid-masjid yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dengan gerakan pemberdayaan masyarakat, sesuai dengan prinsip berkemajuan dan tajdid Muhammadiyah,” tambahnya.
Persiapan menuju AMMI saat ini sedang dimatangkan oleh Majelis Tabligh PWM Jatim. Kriteria penilaian akan disusun secara komprehensif, tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi lebih kepada dampak sosial (social impact) yang dirasakan langsung oleh jamaah dan lingkungan sekitar.
Masjid yang inspiratif adalah masjid yang mampu membaca dan menjawab kebutuhan zaman, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan mustahik secara berkelanjutan, pusat literasi, hingga pembinaan generasi muda.
Sholihin berharap, melalui AMMI, akan lahir banyak role model masjid di Jawa Timur yang tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah, tetapi juga markas peradaban yang rahmatan lil ‘alamin.
Rencana kegiatan AMMI ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat, dengan melibatkan sinergi Majelis Tabligh di tingkat daerah dan cabang se-Jawa Timur.
“Mari kita jadikan AMMI sebagai momentum emas untuk menata lagi wajah masjid Muhammadiyah di Jawa Timur. Wujudkan masjid yang makmur, solutif, dan menjadi mercusuar Islam Berkemajuan bagi masyarakat luas,” pungkas Dr. Sholihin. || chusnun
