Tiga Jalan Menjemput Kelapangan Rezeki

Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
www.majelistabligh.id -

Rezeki dalam pandangan Islam tidak selalu identik dengan limpahan harta. Bentuknya bisa berupa kesehatan, ketenangan hati, keberkahan, keharmonisan keluarga, hingga kesempatan untuk memberi manfaat kepada sesama.

Pesan tersebut disampaikan oleh Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (11/8/2026).

Ia menekankan tiga jalan utama dalam menjemput kelapangan rezeki, yakni bekerja sungguh-sungguh, bertawakal kepada Allah Swt, dan gemar bersedekah.

Faozan mengingatkan bahwa Islam melarang umatnya berpangku tangan atau sekadar menunggu datangnya rezeki. Ikhtiar merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim.

Ia mengutip QS Al-Jumu’ah ayat 10 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bertebaran di muka bumi guna mencari karunia Allah Swt usai menunaikan salat.

“Setelah salat, Allah memerintahkan kita bertebaran di muka bumi dan mencari karunia-Nya. Ini menunjukkan bahwa ibadah dan ikhtiar ekonomi tidak boleh dipisahkan,” ujar Faozan.

Namun, kerja keras harus berhubungan dengan tawakal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan segala hasil kepada Allah setelah berikhtiar secara optimal.

Faozan kemudian mengutip hadis riwayat Umar bin Khattab ra tentang burung yang terbang meninggalkan sarangnya pada pagi hari dalam keadaan lapar, lalu pulang di sore hari dengan perut kenyang.

“Burung saja keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Jadi, tawakal bukan berarti berhenti berusaha, melainkan bekerja sungguh-sungguh lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah,” jelasnya.

Untuk itu, seorang Muslim dituntut terus meningkatkan kompetensi, membaca peluang, bekerja profesional, dan membuat perencanaan matang. Meski begitu, kepastian hasil tetap berada di tangan Allah Swt.

Prinsip ini menjaga hati agar tidak sombong saat rezeki melimpah, dan tidak mudah putus asa ketika rezeki terasa sempit.

“Saat rezeki lapang, kita bersyukur. Ketika sempit, kita tetap berikhtiar. Allah paling tahu waktu dan ukuran terbaik bagi setiap hamba-Nya,” imbuhnya.

Sedekah yang Mengundang Berkah

Jalan ketiga adalah sedekah. Berbagi bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bentuk ibadah yang mengundang keberkahan hidup. Hal ini sejalan dengan QS Saba ayat 39 yang menegaskan bahwa setiap harta yang diinfakkan di jalan Allah pasti akan diganti oleh-Nya.

Faozan juga menyitir sabda Rasulullah SAW: Mā naqaṣat ṣadaqatun min māl (“Sedekah tidak akan mengurangi harta”).

Menurutnya, hadis tersebut tidak selalu bermakna harta yang dikeluarkan akan langsung kembali dalam bentuk nominal uang yang sama.

“Kelapangan rezeki tidak melulu berupa bertambahnya angka di rekening. Rezeki bisa hadir dalam bentuk kesehatan, ketenteraman, hubungan sosial yang harmonis, terbukanya peluang baru, serta keberkahan hidup,” tuturnya.

Selain itu, sedekah memiliki fungsi sosial yang kuat. Ketika sebagian harta disalurkan kepada yang membutuhkan, rasa solidaritas dan kepedulian antar sesama akan tumbuh. Rezeki pun tak hanya dinikmati sendiri, tetapi membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Di akhir khutbahnya, Faozan mengajak jamaah untuk menjaga keseimbangan antara ikhtiar, tawakal, dan kepedulian sosial.

“Jangan hanya berdoa agar pintu rezeki dibuka, tetapi gerakkan juga kaki untuk mengetuk pintu-pintu ikhtiar yang halal. Setelah itu bertawakal, dan jangan lupa berbagi,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa bekerja tanpa tawakal bisa memicu kesombongan, sedangkan tawakal tanpa ikhtiar melahirkan kemalasan. Begitu pula harta tanpa kepedulian sosial akan kehilangan nilai keberkahannya.

“Semoga kita menjadi hamba yang tekun bekerja, benar dalam bertawakal, ringan tangan bersedekah, serta dikaruniai rezeki yang halal, cukup, luas, dan penuh berkah,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search