Hujan Deras Picu Banjir di Solo, Relawan Muhammadiyah Bergerak

Hujan Deras Picu Banjir di Solo, Relawan Muhammadiyah Bergerak
www.majelistabligh.id -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) sore memicu banjir lokal di sejumlah titik. Tim relawan Muhammadiyah melalui LRB LH/MDMC PDM Kota Surakarta bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak, khususnya kelompok rentan.

Ketua MDMC Kota Surakarta, Teguh Wahyudi, melaporkan bahwa banjir terjadi akibat luapan Kali Jenes setelah hujan intensitas tinggi sejak pukul 17.30 WIB. Debit air yang meningkat menyebabkan kawasan bantaran sungai di wilayah Baron Gede, Bumi, Laweyan, Surakarta serta Banaran, Grogol, Sukoharjo terdampak genangan.

“Tim langsung melakukan respon cepat begitu menerima laporan. Fokus utama kami adalah evakuasi warga dengan kondisi rentan,” ujarnya dalam laporan resmi, Rabu (15/4/2026).

Hujan Deras Picu Banjir di Solo, Relawan Muhammadiyah Bergerak
Tim relawan Muhammadiyah melalui LRB LH/MDMC PDM Kota Surakarta bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak. (dok pdm surakarta)

Peristiwa yang mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB tersebut berhasil dikendalikan pada pukul 03.45 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan, akses di beberapa titik sempat terputus akibat genangan air.

Dalam operasi tersebut, relawan Muhammadiyah mengevakuasi sedikitnya enam warga dengan kondisi khusus, di antaranya lansia, pasien pasca operasi, hingga penderita penyakit kronis. Evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi kesehatan para penyintas yang membutuhkan penanganan khusus.

Tim relawan yang diterjunkan terdiri dari gabungan LRB LH/MDMC serta relawan mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka dilengkapi peralatan evakuasi seperti perahu shimaru, ambulans, helm, sepatu boot, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.

Selain itu, operasi penanganan banjir juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi, seperti BPBD Kabupaten Sukoharjo, PMI Kabupaten Sukoharjo, Tagana Dinas Sosial, hingga sejumlah tim SAR di wilayah Solo Raya.

Kendati tidak ada kebutuhan logistik darurat yang mendesak, relawan tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Koordinasi lintas lembaga juga terus diperkuat guna memastikan keselamatan warga.

Aksi cepat tanggap ini menjadi bukti kesiapsiagaan Relawan Muhammadiyah dalam menghadapi bencana, sekaligus mempertegas komitmen kemanusiaan dalam melindungi masyarakat, terutama kelompok paling rentan. (Sugiharko)

 

Tinggalkan Balasan

Search