PWM Jatim Minta Juara Fashmu Dibina Berkelanjutan hingga ke Luar Negeri

Majelis Tabligh PWM Jatim memberikan kenang-kenangan berupa Kaligrafi, juara pertama peserta Fashmu ke-3 Lamongan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) tidak boleh sekadar menjadi agenda rutinitas tahunan yang berhenti setelah piala diserahkan. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan pentingnya langkah dan tindak lanjut yang terukur pasca-kompetisi, agar kader-kader terbaik yang telah dijaring tidak menguap begitu saja tanpa pembinaan.

Pesan ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi, saat menerima perwakilan Majelis Tabligh PWM Jatim di Kantor PWM Jatim, Surabaya, pada Jumat, (7/8/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam rangka melaporkan pelaksanaan Fashmu yang telah sukses diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada 25 Juli 2026 lalu.

Pertemuan penting itu turut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua PWM Jawa Timur lainnya, yakni Dr. Moh. Suthon Amien, MM., Dr. Sholihin Fanani, M.PSDM., Dr. Hidayatulloh, M.Si., dan Prof. Dr. Thohir Luth, MA. Dalam suasana hangat tersebut, Tamhid menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam mengawal potensi anak-anak hebat Muhammadiyah.

“Majelis Tabligh harus terus melakukan pembinaan, jangan sampai kader-kader Muhammadiyah ini menguap. Bahkan harus ada pembinaan yang berkelanjutan. Kalau perlu kirim ke luar negeri, agar mereka semakin matang ilmunya,” ujar Tamhid Masyhudi memotivasi.

Guna mewujudkan pembinaan yang terstruktur dan sistematis, Tamhid mendorong Majelis Tabligh untuk segera mendirikan sebuah lembaga khusus. Wadah ini nantinya akan menjadi tempat bernaung dan pusat gemblengan bagi para juara Fashmu agar wawasan dan keilmuan mereka terus berkembang secara konsisten.

“Silakan membentuk lembaga. Intinya anak-anak ini harus terus dibina. Majelis Tabligh juga harus merintis kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, seperti Maroko, Libya, Arab Saudi, Mesir, dan lain-lain, agar anak-anak hebat ini bisa mendapatkan beasiswa khusus,” lanjutnya.

Selain fokus pada pengembangan pasca-lomba, Tamhid juga menyoroti aspek kualitas kompetisi itu sendiri. Ia meminta agar standar mutu penyelenggaraan Fashmu selalu menjadi perhatian utama. Dengan standar mutu yang tinggi dan terjaga, Fashmu dipastikan akan melahirkan iklim kompetisi yang berkualitas tinggi serta mampu mencetak generasi penerus yang berdaya saing global.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Abdul Basith, melaporkan bahwa pelaksanaan Fashmu kualitasnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan Fashmu juga menjadi perhatian dari PWM lain di Indonesia, di antaranya PWM Sumatra Selatan.

“Kami baru datang dari Palembang, untuk berbicara dan memotivasi tentang model pengkaderan Muhammadiyah. Fashmu dan AMM yang kami paparkan dalam pertemuan tersebut,” kata Abdul Basith.

Pertemuan itu ditutup dengan penyerahan cinderamata berupa Kaligrafi juara pertama peserta lomba Kaligrafi Fashmu ke-3 di Lamongan. Juga diserahkan kenang-kenangan berupa dokumentasi dan album pelaksanaan Fashmu ke-3. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search