Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, mengimbau umat Islam untuk bertumbuh menjadi pribadi yang terus menambah ilmu, memperbanyak amal, dan mencari rezeki yang baik. Selain itu, ia juga mengingatkan agar menjadikan surga sebagai cita-cita dan harapan tertinggi dalam kehidupan.
Pesan tersebut disampaikannya di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Rahmadi mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat umur. Menurutnya, bertambahnya usia secara hitungan sejatinya mengurangi jatah hidup di dunia. Oleh karena itu, sisa waktu yang ada hendaknya dimanfaatkan secara optimal untuk memperbanyak ibadah, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt serta meneladani Rasulullah saw.
Mengutip pelajaran dari kisah Nabi Adam as dan Iblis dalam Al-Qur’an, Rahmadi menyoroti pentingnya kerendahan hati. Ketika berbuat salah, Nabi Adam berani mengakui kekhilafan dan bertobat hingga memperoleh rahmat Allah. Sebaliknya, Iblis bersikap sombong dan menolak mengakui kesalahan sehingga berujung pada kebinasaan.
“Ketika melakukan kesalahan, seorang mukmin harus berani mengakuinya, meminta maaf kepada sesama, dan memohon ampunan kepada Allah melalui istigfar yang konsisten,” tegasnya.
Menjelaskan pentingnya memiliki harapan dalam hidup, Rahmadi mengutip perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sang khalifah pernah menyatakan bahwa setelah berhasil meraih berbagai pencapaian duniawi, ia menyadari bahwa puncak harapan sejati yang paling layak dikejar adalah surga.
Rahmadi juga merinci tiga aspek utama yang harus senantiasa ditingkatkan oleh setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari:
- Peningkatan Ilmu: Seorang muslim adalah pembelajar sepanjang hayat (long-life learner) yang tidak pernah berhenti membaca, mendengarkan, dan memperluas wawasan.
- Peningkatan Amal: Kebajikan tidak terbatas pada ibadah maḥḍah (ritual), tetapi juga mencakup akhlak mulia dalam berinteraksi dengan keluarga, pasangan, dan masyarakat.
- Peningkatan Rezeki: Pencarian rezeki tidak hanya berfokus pada kuantitas, melainkan juga keberkahan dan kehalalannya (ṭayyib).
Rahmadi mengajak memanjatkan doa agar dianugerahi ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, serta amal ibadah yang diterima di sisi Allah Swt. (*/tim)
