Jangan Melihat Ibadahnya Saja, Tapi Lihat Juga Bagaimana Akhlaknya

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Sahabat Nabi yang Mulia, Umar bin Al-Khatthab Radhiyallahu Anhu pernah berkata: “Janganlah kalian melihat (menilai seseorang) dari puasa dan salatnya saja, akan tetapi  Lihatlah kejujurannya ketika berbicara. Amanah ketika diberi kepercayaan, dan waranya ketika berada di ambang perkara syubhat (perkara yang meragukan/yang haram). (Hilyatul Auliya’ (3/27), karya Al-Imam Abu Nu’aim Rahimakumullah).

Makna perkataan beliau, jangan kalian melihat terhadap puasa dan salat seseorang, maksudnya  janganlah kalian tertipu hanya karena banyaknya Ibadahnya secara lahiriah.

Banyak salat dan rajin berpuasa itu adalah kebaikan, tetapi itu saja belum cukup menjadi ukuran sempurnanya tentang kebaikan seseorang. Bisa jadi seseorang itu “rajin Ibadah”, namun  “buruk muamalahnya”, seperti suka berdusta berkhianat, atau tidak wara’, dan lain-lain.

Ini sejalan dengan hadis Nabi, tentang orang yang “Bangkrut di Akhirat” nanti. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, pernah bersabda:

“Orang yang muflis (bangkrut) dari umatku itu, adalah orang yang datang (pada hari kiamat nanti), dengan membawa pahala salat, puasa, zakat, namun dia pernah mencaci, menzalimi  fulan, dan lain-lain.” (HR Muslim)

Lihatlah kejujurannya ketika dia berbicara. Jujur adalah tanda Iman dan fondasi akhlak. Orang yang baik ibadahnya namun Lisannya suka berdusta, berarti ada cacat besar pada agamanya.

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah: ismirzaf@gmail.com ;  fimdalimunthe55@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search