Kita Sedang Antre

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Sebenarnya kita sedang menunggu antrean. Ya antrean menuju ke kehidupan selanjutnya. Kita tidak pernah tahu kapan dipanggil, tetapi yang pasti, kita akan dipanggil jika saatnya telah tiba.

Siap atau tidak, semua manusia akan meninggalkan dunia satu persatu. Tak peduli saat kita tua atau muda, sehat atau sakit, senggang atau sibuk, sedang berbuat dosa atau sedang bertobat. Maut tetap akan menjemput.

Ajal akan datang, tanpa menunggu tobat seorang hamba. Siapkanlah bekal sebanyak mungkin, karena perjalanan kita sangat panjang nantinya. Dan mintalah kemudahan kepada Allah, karena jalan yang akan kita lalui begitu melelahkan. Berat atau ringannya cobaan setelah kematian, sangat dipengaruhi oleh perilaku kita ketika di dunia.

kita semua sedang berdiri di barisan nomor antrean yang sama. Mengingatkan diri pada kepastian tersebut adalah salah satu bentuk muhasabah diri agar kita tidak terlena dengan urusan dunia.

Kematian bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang perlu dipersiapkan dengan hidup secara jujur, amanah, dan penuh ketaatan.

Kematian untuk  waktunya dan tempatnya sudah ditetapkan tanpa bisa dimajukan atau dimundurkan sesaat. Kematian adalah kepastian mutlak. Kematian bukan sesuatu yang menakutkan, kesadaran ini adalah pengingat terbaik untuk menjalani hidup dengan penuh makna, senantiasa berbuat baik, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan selanjutnya.

Dalam Islam, kematian adalah pintu gerbang menuju kehidupan abadi dan nasihat terbaik untuk tidak terlena oleh urusan dunia. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 185.

كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. “[Surat Ali ‘Imran: 185]

Ayat ini menegaskan kepastian kematian, hakikat kehidupan dunia sebagai ilusi, dan bahwa balasan sejati hanya ada di akhirat. Kesuksesan tertinggi bukanlah harta duniawi, melainkan keselamatan dari neraka dan dimasukkannya seseorang ke dalam surga. Kesuksesan terbesar manusia adalah terhindar dari siksa neraka dan masuk ke dalam surga.

Dengan dirahasiakan kematian menjadi motivasi beramal: Mengingat kematian bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan pendorong untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki kualitas diri selagi napas masih ada.

Dengan dirahasiakan kematian menjadi  bisa menghargai waktu: Mengingatkan kita bahwa waktu itu terbatas, sehingga setiap momen bersama orang tercinta dan setiap kesempatan untuk berbuat baik menjadi sangat berharga. Balasan atas amal perbuatan tidak diberikan secara penuh di dunia, melainkan disempurnakan kelak pada Hari Kiamat.

Maka selagi masih diberi napas, perbaikilah iman, amal, dan niat. Karena sejatinya kita bukan sedang menunggu hidup lama, melainkan menunggu waktu untuk pulang.

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ ۝

“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (QS. Al-A’raf: 34)

Selagi menunggu nomor antrean dipanggil, mari manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya:

  • Perbanyak Amal Saleh: mari jadikan sisa waktu untuk mengumpulkan bekal terbaik.
  • Fokus Bermanfaat: Menjadikan hari ini bermakna bagi sekita

Dunia adalah tempat untuk beramal. Sedangkan akhirat tempat perhitungan amal yang kita lakukan. Di dunfa tidak ada hisab, sedangkan di akhirat tidak ada lagi kesempatan untuk beramal. Maka jadikanlah waktu senggang dan sibuk itu untuk mencari rida-Nya. Prioritaskan urusan akhirat, tanpa mengabaikan urusan dunia.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata, “Dunia ini adalah negeri untuk beramal, sedangkan akhirat adalah negeri balasan. Maka siapa yang tidak beramal di sini, dia pasti akan menyesal di sana.”

Semoga Allah menjadikan kematian yang akan kita jumpai, sebagai pintu kemudahan untuk menjalani perjalanan panjang, menuju tempat yang diridai-Nya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search