Jangan Sombong

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun statusnya, orang awam atau tokoh agama bisa juga di hinggapi penyakit sombong ini. Bahkan kalangan para penghotbah pun, benih-benih kesombongan kerap muncul tanpa mereka sadari.

Sombong tingkat ke-1: disebabkan oleh faktor materi, dimana kita merasa:

  • lebih kaya,
  • lebih berkuasa,
  • lebih tinggi jabatan,
  • lebih rupawan
  • lebih terhormat dari pada orang lain.

Sombong tingkat ke-2: disebabkan oleh faktor kecerdasan, kita sering merasa:

  • lebih rajin.
  • lebih pintar.
  • lebih kompeten.
  • lebih berpengalaman.
  • lebih berwawasan di bandingkan dengan orang lain.

Sombong tingkat ke-3: disebabkan oleh faktor kebaikan, kita sering menganggap diri kita:

  • lebih bermoral.
  • lebih pemurah.
  • lebih banyak amalnya.
  • lebih bersemangat berjuang dan beribadah.
  • lebih banyak kontribusinya untuk umat.
  • lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.
  • lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi mudah terlihat. Namun, sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan itu sulit dilihat. Karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari kita melakukan introspeksi diri. Kadang kita butuh orang lain untuk mengintrospeksi diri, kita juga butuh kritikan dan masukan dari orang lain.

Mari kita sadari bahwa setiap hal yang baik, yang bisa kita lakukan itu semua adalah karena izin dan pertolongannya saja, maka hendaklah kita banyak bersyukur kepadanya. Karena semua itu adalah anugerahnya.

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kehinaan diri dan kejatuhan yang mendalam. Maka dari itu tetaplah bersabar dan rendah hati. Ketika lahir, dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong. Waktu datang kita tidak membawa apa-apa, dan waktu pergi kita juga tidak membawa apapun.

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan, jangan minder karena miskin dan rendah. Bukankah kita semua hanyalah tamu di dunia ini, pada waktunya kita akan pulang ke akhirat dan semua milik kita hanyalah titipan dari Tuhan yang se waktu-waktu bisa diambilnya!

Tetaplah rendah hati seberapa pun tinggi kedudukan kita. Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita. Hanya satu kepunyaan kita yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemanapun kita pergi, yaitu iman dan perbuatan.

Belajarlah untuk terus memperbaiki diri, dan berusahalah untuk terus membersihkan hati. Hilangkan sikap merasa lebih saleh, merasa lebih pintar, merasa lebih baik, merasa lebih suci dibandingkan orang lain.

in syaa allah  bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah: ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search