Sebuah aset milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Medokan Semampir, Surabaya, telah dilepas untuk menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan masjid di kawasan Jalan MERR. Rumah yang sebelumnya menjadi aset tersebut dijual dan hasilnya digunakan sebagai uang muka pembebasan tanah untuk pembangunan Masjid dr. Soetomo.
Sekretaris PRM Medokan Semampir, Ahmad Mahmudi, MPd mengatakan keputusan melepas aset tersebut diambil karena ranting tengah memprioritaskan pembebasan tanah untuk pembangunan masjid.
“Rumah ini awalnya aset kita. Karena kita sedang melakukan pembebasan tanah untuk dijadikan masjid, aset ini kita jual untuk dijadikan DP tanah,” ujar Mahmudi, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, penjualan aset bukan menjadi akhir dari perjuangan. Setelah uang muka diberikan, PRM Medokan Semampir masih harus menyelesaikan kewajiban pembayaran tanah.
“Proses pembebasan saat ini sudah IJB dan kami juga sudah membayar BPHTB,” katanya.
Tahapan tersebut membuat proses pembangunan masjid semakin dekat, tetapi kebutuhan dana untuk menyelesaikan pembebasan tanah masih harus dipenuhi.”Sekarang kita melakukan fundraising untuk melunasi pembebasan tanah,” ungkap Mahmudi.
Tanah yang diperjuangkan berada di Jalan MERR. Nantinya, lokasi tersebut direncanakan menjadi tempat berdirinya Masjid dr. Soetomo. “Kami membuka wakaf pembebasan tanah untuk Masjid PRM Medokan Semampir,” tuturnya.
Dari Aset Menjadi Amal Jariah
Bagi PRM Medokan Semampir, pelepasan aset tersebut merupakan bagian dari proses mengubah kepemilikan menjadi kemanfaatan yang lebih luas. Setelah aset dijual, perjuangan dilanjutkan dengan mengajak masyarakat berpartisipasi melalui wakaf.
“Kami khusnudzon bahwa setiap langkah perjuangan yang kita lakukan di RSAF (Rumah Singgah Al Furqon) maupun dalam perjuangan membangun masjid ini adalah kebaikan yang akan menjadi amal jariah,” ujar Mahmudi.
Ia berharap masyarakat tidak melihat proses tersebut hanya sebagai pembangunan sebuah bangunan fisik.
“Yang kita perjuangkan bukan sekadar tanah. Kita ingin menghadirkan tempat yang nantinya bisa digunakan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas keumatan,” katanya.
Menurut Mahmudi, dukungan masyarakat menjadi penting karena proses pembebasan tanah membutuhkan kebersamaan. “Kami mengajak siapa saja yang ingin ikut mengambil bagian dalam perjuangan ini. Tidak harus dalam jumlah besar, yang penting ada kepedulian dan keikhlasan,” ungkapnya.
Untuk wakaf pembebasan tanah Masjid dr. Soetomo, masyarakat dapat menyalurkan melalui rekening Bank Jatim 0742059634 atas nama Panitia Masjid dr Soetomo.
“Silakan bagi masyarakat yang ingin berwakaf untuk pembebasan tanah masjid dapat menyalurkan melalui rekening panitia,” jelas Mahmudi.
Pelayanan Sosial Tetap Berjalan
Di tengah perjuangan pembebasan tanah, PRM Medokan Semampir tetap menjalankan amal usaha lainnya. Salah satunya RSAF, yang saat ini menempati rumah kontrakan di Semampir Barat, Perum Tanjung Permai B-66.
Setiap sore, anak-anak RSAF datang untuk mengikuti pembelajaran. Aktivitas tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial yang terus dijalankan meski aset rumah sebelumnya telah dialihkan untuk mendukung pembebasan tanah masjid.
“Proses fundraising untuk pembebasan berjalan, tetapi kegiatan RSAF juga harus berjalan,” kata Mahmudi.
Pembelajaran RSAF tidak hanya berisi materi akademik. Anak-anak juga dibiasakan dengan doa harian dan doa salat. “Setelah opening pembelajaran kita biasakan dengan doa harian dan juga doa salat,” ujarnya.
Ahmad mengatakan anak-anak yang mengikuti RSAF memiliki kebutuhan yang beragam sehingga pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.”Siswa RSAF adalah anak-anak yang unik. Ada yang slow learner, ada disabilitas, dan ada juga anak-anak yang kurang perhatian,” jelasnya.
Karena itu, relawan dituntut memiliki kesabaran dalam mendampingi mereka.
“Ngramut mereka harus bersabar. Kita harus menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan masing-masing anak,” katanya.
Tidak hanya anak-anak, RSAF juga memberikan pendampingan kepada orang tua.
“RSAF tidak hanya melayani kegiatan pembelajaran. Kita juga memberikan parenting kepada orang tua, kajian keagamaan, pembinaan salat, dan pelatihan wirausaha,” tutur Mahmudi.
Dua Perjuangan dalam Satu Pengabdian
Ahmad yang juga menjadi relawan pengajar di RSAF mengatakan aktivitas pengabdian tetap dilakukannya setelah menyelesaikan tugas mengajar di SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
“Setelah mengajar di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, saya melanjutkan pengabdian di RSAF,” katanya.
Sebagai sekretaris PRM Medokan Semampir, ia juga merasa perlu terlibat dalam berbagai aktivitas ranting.
“Di PRM Medokan Semampir saya juga sebagai sekretaris. Maka saya harus tahu detail kegiatan amal usaha dan juga kegiatan ranting,” ujarnya.
Selain pembelajaran, RSAF memberikan bantuan permakanan atau lauk-pauk kepada penerima manfaat. Layanan tersebut diberikan dalam bentuk pelayanan sosial nonpanti “Pada dasarnya kita melakukan pelayanan nonpanti di RSAF ini,” jelas Mahmudi.
Untuk mendukung keberlangsungan RSAF, masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui rekening Bank Jatim 0582095884 atas nama Rumah Singgah Al Furqon.
Sementara bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai wakaf pembebasan tanah Masjid dr. Soetomo maupun kegiatan PRM Medokan Semampir, dapat menghubungi Sekretariat PRM Medokan Semampir melalui Ahmad Mahmudi di nomor 081235704332.
“Harapannya, masyarakat bisa bersama-sama mengambil bagian. Ada yang membantu wakaf masjid, ada yang mendukung RSAF. Semua bisa menjadi bagian dari amal kebaikan,” pungkas Mahmudi. (*/tim)
