Kajian rutin Ahad pagi ‘Gerbang Surga’ Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo menghadirkan pembicara Ustaz H Chulil Barory SE, MM mengangkat tema tentang Tazkiyatus Nafs, Saat Dunia Melelahkan, Allah Menenangkan.
Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Syaikhona Kholil Sidogiri Pasuruan itu mengingatkan pentingnya senantiasa membersihkan jiwa (Tazkiyatus Nafs), lebih-lebih ketika dunia sedang tidak baik baik saja atau orang sering mengatakan saat dunia semakin melelahkan.
“Ibarat minum madu, tapi kalau gelasnya masih ada sisa racun yang belum bersihkan, tetap membahayakan jiwa. Maka upaya membersihkan jiwa harus terus dilakukan, hingga Allah Swt akhirnya menurunkan ketenangan,” ujarnya.
Sebagai seorang muslim yang hidupnya telah diberi petunjuk (al Qur’an) dan dihadirkan figur sebagai contoh (uswah) Nabi Muhammad Saw, sudah sepatutnya tidak menghabiskan waktunya berlelah-lelah mengejar dunia.
Ia lantas menguraikan lima sifat dunia, yang tidak hanya fana (sementara), tipuan (melalaikan), permainan, sedikit nikmat dan memicu perlombaaan.
“Era sekarang, saat seseorang mengunggah status status di medsos (media sosial), curhat yang sedang dialami, ini hasil penelitian, sebagian besar atau 60 persen yang ngasih ‘like’ itu tidak benar-benar simpati, bahkan cenderung abai. Hanya 5 persen yang betul-betul simpati dan 5 persen bahkan nyokorke,” ujar Chulil Barory.
Maka sudah seharusnya sebagai orang muslim tidak mudah terlena dengan urusan dunia. Untuk mencapai kondisi tersebut, upaya pembersihan jiwa, hati yang bersih harus terus dilakukan. Hanya dengan hati yang bersih maka Allah Swt akan menurunkan ketenangan, sebagaimana firman Allah Swt QS Al Fath:4
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ ٤
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Ustadz Chulil Barory yang juga anggota Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Timur itu mengisahkan keteguhan hati Abdul Muntolib sebagai penguasa Ka’bah waktu itu. Kakek Nabi Muhammad Saw yang bernama asli Syaibah bin Hasyim diketahui beragama Hanif, yaitu ajaran tauhid lurus peninggalan Nabi Ibrahim AS yang mempercayai Allah SWT Yang Maha Esa di tengah masyarakat Makkah yang saat itu banyak menyembah berhala.
Saking hati dan jiwanya bersih, Abdul Muntolib diberi Allah Swt kekuatan untuk menghadapi Abraham yang ingin menghancurkan Ka’bah. Dalam satu riwayat disampaikan, lanjut Chulil, kakek Nabi itu begitu santai saat menghadapi Abraham, sambil mengatakan “Sesungguhnya Ka’bah itu ada pemiliknya, nanti akan ada yang melindungi.”
Perkataan itu, bukannya bentuk ketidakpedulian sebagai pemimpin atas keberadaan Ka’bah. Namun bentuk kayakinan, Allah lah yang akan melindungi Ka’bah sebagaimanan diriwatkan di QS Al-Fil.
“Karena jiwanya bersih, maka Abdul Muntolib tidak gentar menghadapi Abraham dengan bala tentara yang menunggang gajah. Sambil berpegangan pada bulatan di Ka’bah, ia berdoa, Ya Allah rumah ini akan diserang, aku ingin tahu apa yangg Engkau lakukan kepada mereka. Maka pasukan gajah pun gagal menyerang Ka’bah,” imbuhnya.
Kisah Siti Maryam (Maryam binti Imran), lanjut Ustadz Chulil, juga tak kalah menariknya untuk menggambarkan betapa jiwa yang bersih akan mendatangkan pertolongan Allah swt. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Maryam 23- 25.
فَاَجَاۤءَهَا الْمَخَاضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِۚ قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا ٢٣
Rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia (Maryam) berkata, “Oh, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (selama-lamanya).”
فَنَادٰىهَا مِنْ تَحْتِهَآ اَلَّا تَحْزَنِيْ قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا ٢٤
Dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih. Sungguh, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّاۖ ٢٥
Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.
“Bagaimana bisa seorang yang sudah kelelahan, hamil hendak melahirkan, masih mendapat perintah menggoyang pohon korma. Tapi itulah hati yang bersih, Allah Swt akhirnya memberi kekuatan,” ujarnya. (ono)
