Di tengah gemerlap dunia yang memesona, banyak manusia terbuai oleh keindahan semu dan sibuk mengagumi karya ciptaan manusia.
Mereka terpesona pada lukisan indah, arsitektur megah, dan teknologi canggih, namun lupa, atau bahkan tidak mengenali, Sang Pencipta keindahan sejati: Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.
Padahal, apa pun yang dibuat oleh manusia hanyalah tiruan terbatas dari ciptaan Allah yang hakiki. Keindahan gunung yang menjulang, lautan yang luas, dan langit yang terbentang adalah karya agung yang bisa dirasakan dengan seluruh indera.
Namun, bagi orang yang tidak mengenal Allah, semua itu hanyalah keajaiban dunia tanpa makna spiritual.
Inilah gambaran keadaan hati yang lalai dari mengenal Tuhannya. Terkungkung dalam kekaguman terhadap hal-hal kecil, sementara kebesaran dan keagungan Allah Subḥānahu wa Ta’ālā luput dari pandangannya. Allah berfirman:
“Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air (hujan) dari langit; lalu dengan air itu Dia mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan perintah-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.” (QS. Ibrāhīm: 32)
Ayat ini menegaskan betapa luas dan nyata kekuasaan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, sebagian orang lebih mudah terkesan pada ciptaan manusia daripada merenungi ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta).
Allah juga memperingatkan dalam firman-Nya:
“Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya.” (QS. Yūsuf: 106)
Orang-orang seperti ini mungkin mengakui keberadaan Tuhan, tetapi hati mereka tidak benar-benar mengenal atau tunduk kepada-Nya. Mereka hanya mengingat Allah saat kesusahan, namun lalai di kala lapang.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mengenal, mengingat, dan mengagungkan Allah Subḥānahu wa Ta’ālā, agar hati kita tidak keras dan hidup kita tidak kosong dari petunjuk. Hanya dengan mengenal Allah, jiwa kita bisa tenang dan hidup kita akan dipenuhi makna sejati.
Allah SWT berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Semoga Allah Subḥānahu wa Ta’ālā membimbing kita menjadi hamba-hamba yang mengenal, mencintai, dan tunduk kepada-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn. (*)
