Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil langkah strategis untuk mendorong perguruan tinggi di bawah naungannya menembus panggung internasional.
Langkah ini diwujudkan melalui Workshop Pendampingan Peningkatan Reputasi Global Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang digelar pada 14–16 Juli 2026 di UMY Dormitory, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Agenda ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari 20 PTMA unggulan di seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari jajaran pimpinan perguruan tinggi serta para pengelola bidang penjaminan mutu, riset, kerja sama internasional, dan pemeringkatan institusi.
Workshop ini menjadi bagian dari ikhtiar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola PTMA menuju pengakuan internasional. Fokus utamanya adalah mendongkrak kinerja pada berbagai indikator pemeringkatan bergengsi, seperti QS World University Rankings (QS WUR/QS Asia) serta Times Higher Education (THE World & THE Impact Rankings).
Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakir, menegaskan bahwa mengejar reputasi global bukan sekadar berorientasi pada angka pemeringkatan semata. Langkah ini menjadi pembuktian kualitas dan kontribusi nyata PTMA terhadap sains dan penyelesaian isu global.
“Ketika reputasi meningkat, PTMA memiliki nilai dan daya tawar yang lebih kuat dalam membangun kolaborasi internasional, memperoleh hibah riset, menarik mahasiswa asing, serta memperluas kontribusi keilmuan di tingkat dunia,” ujar Mudzakir pada Selasa (14/7/2026).
Senada dengan hal itu, Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menekankan bahwa pemeringkatan internasional sejatinya merupakan buah dari budaya mutu yang dibangun secara konsisten. Ia pun mengapresiasi komitmen para pimpinan PTMA yang hadir untuk berkolaborasi.
“Ranking bukan tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari proses peningkatan mutu yang berkelanjutan. Ketika kualitas pendidikan, riset, internasionalisasi, dan tata kelola terus diperbaiki, maka pengakuan internasional akan mengikuti,” jelas Nurmandi.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pendampingan intensif yang dipimpin oleh Mega Hidayati bersama tim fasilitator Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Materi yang dibedah mencakup pendalaman metodologi QS dan THE, penguatan tata kelola data institusi, peningkatan kualitas publikasi dan sitasi internasional, hingga pengembangan jejaring global.
Sebagai luaran (output) konkret dari workshop ini, setiap PTMA berhasil menyusun baseline indikator pemeringkatan internasional, Roadmap Reputasi Global 2026–2030, serta Action Plan 2026–2027. Dokumen-dokumen ini akan menjadi pijakan awal dalam mengimplementasikan strategi peningkatan mutu secara terukur. (*/tim)
