Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Inggris melalui Program Beasiswa Chevening. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui jenjang magister (S2) bidang pendidikan di Inggris.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, dan berlaku hingga tahun ajaran 2029–2030. Kemitraan ini difokuskan untuk mencetak sosok pemimipin masa depan yang siap mendorong transformasi mutu pendidikan dasar dan menengah nasional.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Kunci mencapai visi tersebut adalah menyiapkan SDM yang mampu merumuskan kebijakan sekaligus menerapkannya di lapangan. Upaya ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui semangat partisipasi semesta,” ujar Suharti.
Menurut Suharti, kerja sama internasional ini membuka peluang bagi para profesional pendidikan Indonesia untuk meraih pengetahuan, pengalaman global, serta jejaring internasional. Apalagi, penerima beasiswa diwajibkan kembali dan mengabdi di tanah air minimal selama dua tahun setelah lulus.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menyambut baik kemitraan ini sebagai bagian dari pilar Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris.
“Pendidikan adalah investasi paling penting bagi masa depan suatu negara. Kami sangat senang meluncurkan kemitraan baru dengan Kemendikdasmen yang akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi S2 di Inggris,” kata Dominic.
Pendaftaran Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen untuk tahun ajaran 2027–2028 akan dibuka mulai 4 Agustus hingga 6 Oktober 2026. Informasi lengkap terkait syarat dan alur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi www.chevening.org atau akun media sosial @UKinIndonesia. (*/tim)
