Ada satu hal yang akhir-akhir ini aku sadari. Ketika seseorang terlalu berorientasi pada dunia—pada keuntungan, pengakuan, kedudukan, atau apa yang bisa ia dapatkan—kebaikannya pun kadang muncul selama ada sesuatu yang ingin dicapai.
Aku pernah berpikir, “Kenapa ada orang yang begitu baik ketika membutuhkan sesuatu, tetapi berubah ketika kepentingannya sudah selesai?”
Lalu aku belajar untuk tidak terlalu sibuk menilai orang lain. Karena yang lebih penting adalah bertanya kepada diri sendiri:
- Kalau tidak ada yang melihat, apakah aku masih mau berbuat baik?
- Kalau tidak ada keuntungan dunia, apakah aku masih mau menolong?
- Kalau tidak ada pujian, apakah aku masih mau melakukan kebaikan?
Mungkin di situlah kita belajar membedakan antara berbuat baik karena dunia atau berbuat baik karena Allah.
Dunia boleh kita kejar. Rezeki boleh kita usahakan. Tetapi jangan sampai hati menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Sebab ketika tujuan kita Allah, kebaikan tidak selalu membutuhkan balasan manusia.
Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membacanya. (*)
