Ketua LP2M PP Muhammadiyah H. Maskuri Masuk Tim AHWA Kemenag, Dorong Transformasi Pesantren

Ketua LP2M PP Muhammadiyah H. Maskuri Masuk Tim AHWA Kemenag, Dorong Transformasi Pesantren
www.majelistabligh.id -

Ketua LP2M PP Muhammadiyah, Dr H. Maskuri, MEd resmi ditunjuk sebagai anggota tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang dibentuk Kementerian Agama untuk menyeleksi calon anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 609 Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Masuknya Maskuri dalam tim AHWA menjadi perhatian karena posisinya sebagai tokoh yang aktif dalam pengembangan riset dan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan Islam. Perannya dinilai untuk ikut serta memilih anggota Majelis Masyayikh yang memiliki integritas dan berwawasan luas dalam meningkatkan mutu dan kekhasan Pesantren di Indonesia yang bervariasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyebut bahwa AHWA memiliki fungsi penting layaknya komisi seleksi. Tim ini bertugas memastikan calon anggota Majelis Masyayikh memiliki kapasitas keilmuan, integritas, serta kemampuan dalam menjalankan fungsi penjaminan mutu pendidikan pesantren.

Dalam keterangannya, Dr Maskuri menyampaikan harapan agar tim AHWA dapat bekerja secara efektif dalam mengawal kualitas pesantren di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya percepatan transformasi pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman. “Mohon doa agar efektif, transformasi pesantren lebih cepat menyediakan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Majelis Masyayikh ke depan dapat melahirkan kebijakan yang berdampak luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas lulusan pesantren. Menurutnya, alumni pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan yang komplek dan multi demensi.

“Alumni pesantren harus mampu berkiprah lebih luas untuk umat dan bangsa tidak hanya pada tingkat lokal dan nasional tapi pada global” tambahnya menegaskan.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan terbuka, termasuk melalui mekanisme uji publik. Hal ini dilakukan agar anggota Majelis Masyayikh yang terpilih memiliki legitimasi kuat di tengah masyarakat pesantren.

Dengan keterlibatan tokoh seperti Dr Maskuri pembentukan AHWA diharapkan mampu menghasilkan komposisi Majelis Masyayikh yang lebih responsif dan akomodatif terhadap keragaman dan dinamika pendidikan pesantren serta mampu memperkuat sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan. (m.roissudin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search