Khotbah Jumat: Keutamaan Menuntut Ilmu

Khotbah Jumat: Keutamaan Menuntut Ilmu
*) Oleh : Agus Priyadi, S.Pd.I
KMM MT PDM Banjarnegara.
www.majelistabligh.id -

Khotbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ رَفَعَ مَقَامَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُتَعَلِّمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Sidang Jum`at Rahimakumullah
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW.

Selanjutnya, selaku khotib, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu jalan terbaik untuk merawat ketakwaan tersebut adalah dengan senantiasa menimba ilmu dan mendatangi majelis-majelis ilmu.

Majelis ilmu bukan sekadar tempat berkumpul biasa, melainkan tempat untuk meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan pencerahan hati dan pikiran. Selain itu, majelis ilmu juga sebagai tempat diturunkannya rahmat, ketenangan, serta ketetapan derajat bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Sidang Jum`at Rahimakumullah
Islam menetapkan bahwa mencari ilmu bukanlah sekadar pilihan atau aktivitas sampingan, melainkan sebuah kewajiban mendasar bagi setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Keutamaan menuntut ilmu dan berada di dalam majelis ilmu telah ditegaskan langsung oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11).

Ayat ini memberikan gambaran yang jelas bahwa iman dan ilmu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Orang beriman yang berilmu memiliki kedudukan mulia, baik di mata Allah SWT maupun dalam pandangan kehidupan bermasyarakat.

Rasulullah SAW juga bersabda tentang kemudahan jalan menuju surga bagi mereka yang melangkahkan kaki ke majelis ilmu:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Sidang Jum`at Rahimakumullah
Allah SWT menegaskan perbedaan mendasar antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9).

Menghadiri majelis ilmu membawa keutamaan yang sangat besar dalam kehidupan seorang muslim, diantaranya:

1. Mendapatkan ketenangan dan naungan malaikat. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika sekelompok orang berkumpul untuk mempelajari agama Allah, malaikat akan mengepakkan sayapnya, rahmat Allah melimpah, dan ketenangan (sakinah) turun ke dalam hati mereka.

2. Menjauhi kesesatan dalam beribadah. Ibadah tanpa dasar ilmu yang benar berpotensi tertolak atau keliru. Melalui majelis ilmu, kita dapat memperbaiki tata cara bersuci, shalat, muamalah, serta pemahaman syari`at lainnya sesuai panduan Al-Qur’an dan Sunnah.

3. Menjadi taman surga di dunia. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita menelantarkan waktu untuk menuntut ilmu. Luangkanlah waktu, meski hanya satu atau dua jam dalam seminggu, untuk duduk berdzikir dan menyimak pencerahan dari para ulama serta guru agama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ.
اَللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

Tinggalkan Balasan

Search