Ketua Badan Pengurus Pusat Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais, menegaskan bahwa semangat utama ibadah kurban adalah membangun ketakwaan kepada Allah sekaligus menghadirkan solidaritas sosial bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam diskusi talkshow Ziska Talk Spesial Kurban yang diselenggarakan LAZISMU secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5/2026).
Menurut Rais, Idulfitri dan Iduladha merupakan dua momentum besar umat Islam yang memiliki benang merah berupa pesan-pesan ketakwaan. Ia menekankan bahwa seluruh bentuk ibadah, termasuk kurban, pada hakikatnya bermuara pada kesadaran dan ketaatan kepada Allah.
“Semua muaranya, semua kurban kita, kuasa kita, itu merujuk pada ketakwaan atau kesadaran akan Allah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat ketakwaan tersebut juga melandasi fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penyembelihan hewan dam di Tanah Air. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga membawa misi sosial yang lebih luas.
“Maka ketika kemudian Majelis Tarjih memfatwakan adanya fatwa penyembelihan hewan dam di tanah air, semangatnya sesungguhnya adalah membangun solidaritas sosial untuk masyarakat kita yang kurang beruntung di tanah air, terutama di kawasan 3T, kemudian juga yang masih mengalami isu-isu stunting,” katanya.
Rais menilai, semangat berbagi dan pengorbanan dalam kurban memiliki hubungan erat dengan kebahagiaan sosial di tengah masyarakat. Ia menyebut salah satu indikator kebahagiaan masyarakat dapat dilihat dari tingginya kepedulian dan solidaritas sosial antar sesama.
“Ketika berbicara tentang membahagiakan sesama, kita melihat bagaimana banyak sekali indeks-indeks yang berbicara tentang indeks kebahagiaan, yang salah satu indikatornya adalah bagaimana pengabdian, pengorbanan, atau solidaritas sosial sesama kita di masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, melalui Program Kurban 1447 H bertema “Kurbanmu Bahagiakan Sesama”, Lazismu mendorong agar ibadah kurban tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Maka melalui kurbanmu tahun ini, dan kemudian juga dengan dam yang diinisiasi oleh Tarjih, kemudian digawangi oleh RPHU Lazismu dan juga MPM, mudah-mudahan kita bisa mewujudkan pesan-pesan solidaritas sosial dan gotong royong untuk saling membahagiakan sesama kita,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Lazismu berupaya memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan kurban bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia. (*/tim)
