Sebanyak 1.517 Jemaah Haji Empat Kloter Pertama Tiba di Bandara Juanda

Salah seorang jemaah haji kloter pertama melakukan sujud syukur usai mendarat di Bandara Juanda. (kompas)
www.majelistabligh.id -

Sebanyak empat kelompok terbang (kloter) jemaah haji gelombang pertama mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Senin-Selasa (1-2/6/2026). Total jemaah yang tiba dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, tersebut mencapai 1.517 orang.

Rombongan yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Kota Surabaya ini menandai dimulainya fase pemulangan (debarkasi) haji. Kloter 1 menjadi rombongan pertama yang mendarat menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5124 pada pukul 20.50 WIB, membawa 378 jemaah.

Kedatangan para tamu Allah tersebut disambut langsung oleh manajemen Bandara Juanda. General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, memastikan bahwa seluruh proses kedatangan berjalan aman dan lancar sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, kloter 1 telah tiba dengan selamat. Sesuai jadwal, total ada empat kloter yang mendarat dari Jeddah,” ujar Tohir pada Selasa (2/6/2026).

Tohir menambahkan, tahun ini Bandara Juanda dijadwalkan melayani debarkasi bagi 116 kloter. Proses kepulangan jemaah haji ini diproyeksikan berlangsung sebulan penuh, mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Satu Jemaah Wafat, Satu Masih Dirawat di Arab Saudi

Setelah mendarat, sebanyak 378 jemaah kloter 1 langsung menuju Asrama Haji Surabaya pada Senin malam. Rombongan asal Kabupaten Probolinggo ini awalnya berangkat ke Tanah Suci dengan total 380 orang, termasuk petugas.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan adanya pengurangan jumlah jemaah tersebut. Satu jemaah dilaporkan wafat sebelum puncak ibadah haji, sementara satu jemaah lainnya harus tertahan karena sakit.

“Kloter pertama ini awalnya berangkat 380 orang. Satu jemaah wafat sebelum puncak haji, sehingga dibatalkan (kepulangannya bersama kloter ini) dan seluruh haknya seperti asuransi serta sertifikat akan dipenuhi. Satu jemaah lagi masih dirawat,” urai Anam.

Jemaah yang sedang sakit tersebut diketahui bernama Abdul Djalal dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Al-Noor, Arab Saudi. Anam menegaskan, Abdul Djalal akan dipulangkan ke Tanah Air menyusul dengan kloter berikutnya jika kondisinya sudah dinyatakan laik terbang.

Alur Cepat Lewat Sistem Seamless Corridor

Pada debarkasi tahun ini, PPIH menerapkan sistem seamless corridor yang mengintegrasikan layanan keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan. Lewat sistem ini, jemaah tidak perlu lagi membongkar tas atau mengantre stempel paspor secara manual di bandara.

Anam menyebut, Jawa Timur menjadi provinsi kedua yang menerapkan inovasi ini setelah DKI Jakarta. “Kami melihat prosesnya berjalan tanpa kendala. Semoga kloter-kloter berikutnya bisa secepat ini,” tuturnya.

Di sisi lain, PPIH mencatat total jemaah haji asal Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 34 orang. Anam memastikan bahwa seluruh ahli waris jemaah yang wafat akan menerima santunan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

“Santunan asuransi senilai BPIH akan diberikan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku. Insya Allah prosesnya selesai sebelum kepulangan kloter jemaah yang bersangkutan,” pungkasnya. (*/antara)

 

Tinggalkan Balasan

Search