Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau Kalteng Sembelih 12 Hewan Kurban, Distribusikan 1.300 Kupon Daging

Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau Kalteng Sembelih 12 Hewan Kurban, Distribusikan 1.300 Kupon Daging
www.majelistabligh.id -

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau Kalimantan Tengah (Kalteng) berlangsung tertib dan terorganisir, Rabu (27/5/2026). Panitia kurban menyembelih sebanyak 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang berasal dari para shahibul kurban.

Penyembelihan dilaksanakan setelah Salat Iduladha, sedangkan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat dilakukan setelah Salat Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB. Sebanyak 1.300 kupon daging kurban telah dibagikan kepada masyarakat dengan prioritas warga di sekitar Masjid KH Ahmad Dahlan serta masyarakat lainnya yang telah terdata oleh panitia.

Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau Kalteng Sembelih 12 Hewan Kurban, Distribusikan 1.300 Kupon Daging
Panitia kurban dari Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau menyiapkan pengemasan daging sebelum didistribusikan. (dok)

Ketua Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, Yulianto menjelaskan, pelaksanaan kurban tahun ini didukung sekitar 70 orang panitia yang terbagi ke dalam berbagai bidang, mulai dari tim peroboh sapi, tim penyembelih, tenaga ahli pengulitan dan pemotongan tulang, tim pengemasan, hingga tim pendistribusian.

Menurutnya, sistem kerja panitia dirancang secara khusus dengan menerapkan pola satu tim untuk satu hewan kurban. Setiap tim dipimpin seorang koordinator dan beranggotakan sekitar enam orang yang bertanggung jawab penuh terhadap proses penanganan hewan, mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, penimbangan hingga pengemasan.

“Sistem ini cukup efektif karena setiap hewan sudah ada yang menangani sampai selesai. Dengan demikian pekerjaan lebih tertib, terkontrol, dan tidak terjadi tumpang tindih tugas antar panitia,” ujar Yulianto.

Untuk menjaga ketertiban di lapangan, panitia menggunakan kaos seragam khusus sehingga mudah dibedakan dengan masyarakat umum. Selain itu, area kerja juga dibatasi agar hanya dapat diakses oleh petugas yang telah ditunjuk.

Pada proses penyembelihan, panitia menerapkan prinsip kesejahteraan hewan dan standar penyembelihan halal. Sebelum disembelih, sapi terlebih dahulu ditenangkan dengan menutup bagian mata menggunakan kain. Area penyembelihan juga diberi pembatas agar warga yang menyaksikan tidak berada terlalu dekat dengan lokasi pemotongan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketenangan hewan yang akan disembelih serta memberikan ruang kerja yang aman bagi panitia. Setelah proses penyembelihan selesai, hewan langsung ditangani oleh tim pengulitan dan pencacahan sehingga proses berjalan cepat dan efisien.

Kerjasama dengan JULEHA

Yulianto menegaskan, keterlibatan JULEHA (Juru Sembelih Halal) menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan kurban. Menurutnya, anggota JULEHA memiliki pemahaman dan keterampilan khusus terkait tata cara penyembelihan halal yang sesuai syariat.

“JULEHA memastikan proses penyembelihan memenuhi ketentuan syariat, termasuk terputusnya saluran yang diwajibkan dalam penyembelihan. Selain itu, kami juga memperhatikan aspek kesejahteraan hewan agar tidak mengalami stres atau penderitaan yang tidak perlu,” jelas Yulianto yang juga merupakan pengurus DPD JULEHA Kabupaten Pulang Pisau.

Ia menambahkan, hewan yang disembelih dengan benar dan tenang akan menghasilkan kualitas daging yang lebih baik, higienis, dan lebih awet karena proses pengeluaran darah berlangsung maksimal.

Dalam evaluasinya, Yulianto menyebutkan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk penyelenggaraan tahun mendatang, salah satunya manajemen waktu dan penataan area kerja agar proses dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Ke depan, bersama JULEHA, panitia berencana meningkatkan edukasi kepada panitia dan masyarakat, bukan hanya tentang tata cara penyembelihan yang benar, tetapi juga mengenai penanganan pasca penyembelihan, menjaga kualitas daging, serta memperkuat standar kebersihan melalui penggunaan sarung tangan, apron, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Selain itu, pengelolaan limbah penyembelihan juga menjadi perhatian serius. Darah dan limbah organik ditempatkan pada lokasi khusus untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari gangguan bau bagi masyarakat sekitar.

Menurut Yulianto, edukasi mengenai sembelih halal perlu terus dilakukan karena masih banyak masyarakat yang menganggap menyembelih hanya sebatas memotong leher hewan.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin memastikan bahwa kurban yang dilaksanakan benar-benar memenuhi prinsip halalan thayyiban, yaitu halal prosesnya dan baik kualitas hasilnya,” katanya.

Program Tabungan Kurban

Selain sukses dalam pelaksanaan penyembelihan dan distribusi daging kurban, tahun ini Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau juga berhasil menggulirkan inovasi melalui Program Tabungan Kurban.

Program tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mempersiapkan ibadah kurban melalui tabungan rutin setiap bulan sehingga beban biaya kurban menjadi lebih ringan dan terencana.

Menurut Yulianto, program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu karena dapat mempersiapkan kurban jauh hari sebelum Iduladha.

“Alhamdulillah, Program Tabungan Kurban mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Dengan menabung sedikit demi sedikit, masyarakat dapat lebih mudah mewujudkan niat berkurban,” ujarnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pihak Takmir memastikan Program Tabungan Kurban akan terus dilanjutkan untuk pelaksanaan kurban tahun 2027 mendatang.

Panitia bahkan telah menetapkan target sebanyak 10 ekor sapi dan 5 ekor kambing pada Iduladha tahun depan. Target tersebut dinilai realistis mengingat tingginya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam program kurban yang dikelola masjid.

“Insyaallah Program Tabungan Kurban akan terus kami lanjutkan. Kami optimistis target 10 sapi dan 5 kambing dapat tercapai, bahkan bisa lebih banyak lagi apabila partisipasi masyarakat terus meningkat,” tambahnya.

Distribusi Daging Kurban

Pada proses distribusi, warga datang membawa kupon yang telah dibagikan sehari sebelumnya oleh para koordinator. Panitia kemudian mencocokkan kupon dengan data penerima yang telah tersusun dalam basis data sehingga pembagian berlangsung tertib dan lancar.

Sementara itu, para shahibul kurban juga menerima bagian yang menjadi haknya masing-masing. Daging kurban telah dipersiapkan dalam wadah atau bakul khusus yang diberi identitas nama shahibul kurban serta ucapan terima kasih untuk memudahkan proses penyerahan.

Menurut Yulianto, meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan kurban melalui Masjid KH Ahmad Dahlan tidak terlepas dari komitmen panitia dalam menjaga transparansi, profesionalitas, dan ketepatan sasaran distribusi.

“Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa proses penyembelihan dilakukan secara baik, bersih, dan sesuai syariat. Daging kurban juga disalurkan kepada yang berhak menerima tanpa tebang pilih. Kepercayaan inilah yang terus kami jaga,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan kurban di Masjid KH Ahmad Dahlan dapat terus menjadi sarana ibadah, syiar Islam, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Pulang Pisau. (bonni febrian)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search