Melalui program Peduli Guru Muhammadiyah (Bakti Guru) tahun 2026, LazisMu Jawa Timur kembali hadir berkomitmen menyalurkan dana zakat guna mengapresiasi, meringankan beban hidup dan meningkatkan motivasi kerja para guru Muhammadiyah di Jawa Timur.
Sebagai tahap awal bantuan Peduli Guru disalurkan pada hari Sabtu pagi (18/7) di Kabupaten Pamekasan, Madura bertempat di Gedung SMA Muhammadiyah Pamekasan. Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan Pembukaan acara Penguatan Amil Fundraising LAZISMU se-Madura Raya. Sebanyak 25 orang Guru Perguruan atau Sekolah Muhammadiyah di Pamekasan tingkat SD, SMP dan SMA yang tidak tersentuh tunjangan sertifikasi hadir untuk mendapatkan bantuan ini.
Wakil Ketua LAZISMU Jatim membidangi pendistribusian dan pendayagunaan Aditio Yudono mengatakan sebagai lembaga Amil Zakat yang bergerak demi kemaslahatan umat, LAZISMU memandang bahwa menjaga kesejahteraan para guru adalah bagian dari asnaf Fi Sabilillah (mereka yang berjuang di jalan Allah).
“Guru yang berjuang di jalan Allah akan tenang secara kesejahteraan dan mampu memberikan dedikasi terbaiknya dalam mendidik generasi bangsa. Oleh karena itu, sinergi pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran menjadi instrumen krusial untuk hadir sebagai solusi nyata,” kata Aditio Yudono di sela-sela pendistribusian paket program peduli guru.
“Paket bantuan meliputi sembako dan uang tunai. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzakki dengan para pejuang pendidikan Islam yang tangguh di garda terdepan pencerdasan kehidupan bangsa,” imbuhnya.
Menurutnya, setelah Pamekasan akan disusul ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur dengan skala prioritas dengan ketersediaan Anggaran dana ZISKA yang ada. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau umat Islam jangan ragu-ragu berzakat dan bersedekah melalui LAZISMU.
“Dana ZISKA yang terhimpun akan disalurkan kepada asnaf yang membutuhkan sesuai syariat Islam, termasuk kepada para guru sekolah Islam yang tidak memperoleh tunjangan sertifikasi dari negara,” jelas Aditio.
Ditambahkan Adit, panggilan akrabnya, pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan. Di balik tegaknya pilar tersebut, terdapat sosok guru yang mengemban amanah besar untuk mentransfer ilmu, membentuk akhlak, dan menanamkan nilai-nilai keimanan kepada generasi penerus. Dalam lingkup Persyarikatan Muhammadiyah, guru bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian dan jihad demi mencerdaskan kehidupan umat.
Namun pada kenyataannya, dedikasi besar para guru ini sering kali belum diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai. Banyak guru Muhammadiyah, khususnya yang mengabdi di daerah tingkat kabupaten seperti Pamekasan, Madura, berjuang di bawah keterbatasan finansial. Kesenjangan fasilitas dan pendapatan operasional sekolah di daerah kerap memaksa para pendidik ini untuk bertahan dengan honorarium yang jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (ddt)
