Di bawah langit Ahad (21/6/2026) pagi yang cerah, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berdiri dengan busur di tangan dan pandangan yang tertuju pada sasaran. Seutas anak panah melesat, membelah udara dengan tenang, seolah membawa pesan dari masa lalu tentang sebuah warisan yang tidak lekang oleh zaman: memanah.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grand Depok City turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Liga Memanah FESPATI Kota Depok yang digelar oleh ALLSUNN Archery di lingkungan Masjid Al Ishlah, Grand Dahlia, Jatimulya, Cilodong, Depok.

Ketua PRM Grand Depok City, Firmansyah, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari amanah Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar dan pengajian. Dakwah juga dapat hadir melalui olahraga, pendidikan, budaya, dan aktivitas sosial yang membangun karakter umat. Memanah adalah salah satu olahraga yang disunnahkan Rasulullah Saw sekaligus sarana membentuk generasi yang sehat, tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Bagi Muhammadiyah, dukungan ini bukan sekadar partisipasi dalam sebuah kompetisi olahraga. Lebih dari itu, memanah merupakan bagian dari ikhtiar menghidupkan sunnah Rasulullah Muhammad Saw sekaligus menghadirkan dakwah yang membumi melalui aktivitas yang dicintai masyarakat.
Dalam tradisi Islam, memanah bukan hanya tentang ketepatan membidik sasaran. Ia adalah pelajaran tentang kesabaran, konsentrasi, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Setiap anak panah yang dilepaskan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak lahir dari tergesa-gesa, melainkan dari latihan yang tekun, hati yang tenang, dan niat yang lurus.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan dipenuhi distraksi, olahraga memanah menghadirkan ruang hening bagi jiwa untuk kembali fokus. Ketika jemari menarik tali busur dan mata menatap titik sasaran, manusia diajak belajar tentang makna istiqamah: tetap teguh pada tujuan meskipun angin berembus dari berbagai arah.
Liga Memanah FESPATI Kota Depok menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai komunitas dan klub panahan dalam semangat persaudaraan. Di arena sederhana itu, yang dipertandingkan bukan hanya kemampuan membidik sasaran, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan ukhuwah Islamiyah.
PRM GDC memandang bahwa komunitas-komunitas seperti ALLSUNN Archery memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan kokoh secara spiritual. Melalui kegiatan positif seperti ini, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah, tetapi juga pusat pembinaan masyarakat dan pemberdayaan umat.
Seperti anak panah yang meluncur menuju targetnya, dakwah Muhammadiyah pun terus bergerak menembus ruang dan waktu, menjangkau masyarakat melalui berbagai jalan kebaikan. Sebab pada akhirnya, tujuan dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan.
Dan di halaman Masjid Al Ishlah pagi itu, suara tali busur yang dilepaskan seakan menjadi simbol bahwa sunnah Rasulullah Saw masih hidup, terus diwariskan dari generasi ke generasi. Sebuah sunnah yang tidak hanya menguatkan lengan, tetapi juga meneguhkan hati dan mempererat persaudaraan.
“Sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” Sebuah pesan yang bukan hanya terpampang pada spanduk kegiatan, tetapi juga hidup dalam semangat para peserta yang hadir, serta dalam komitmen Muhammadiyah untuk terus berdakwah melalui jalan-jalan kemaslahatan umat. (fms)
