Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 31 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkenalkan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pencacah sampah organik dan pengepres botol plastik bekas kepada masyarakat RW 04 Kampung Ketandan, Kelurahan Genteng, Surabaya, Ahad (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Joglo Cak Markeso setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib itu dihadiri Ketua RW 04, Lurah Genteng, Camat Genteng, anggota Karang Taruna, warga setempat, serta didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Syarifuddin, S.Pd, MPd.
Sosialisasi tersebut bertujuan mengenalkan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik dan botol plastik bekas. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat memahami cara kerja alat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Program ini juga sejalan dengan tema pengabdian masyarakat KKN UMSurabaya yang menekankan penerapan inovasi sederhana namun mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembuatan alat TTG dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan tenaga ahli. Kerja sama tersebut memungkinkan rancangan alat tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat diwujudkan secara teknis sehingga siap digunakan masyarakat. Pendekatan ini dinilai sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna yang sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan.
Ketua RW 04 Kampung Ketandan, Nia, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN UMSurabaya.
“Saya pribadi dan seluruh warga RW 04 Ketandan menyambut baik serta mendukung sepenuhnya inovasi ini. Dengan ini kami bisa merasakan langsung dampak positifnya di lingkungan kami,” ujarnya.
Secara pribadi, lanjut Nia, ia pun menghormati semangat dedikasi para mahasiswa seraya berharap kegiatan tersebut bukan yang terakhir namun berkelanjutan untuk ke depannya.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Genteng terhadap program tersebut.“Mahasiswa sudah menghadirkan ide yang bagus dan layak didukung penuh,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh masyarakat ketika disampaikan melalui pendekatan partisipatif dan menjawab kebutuhan lingkungan secara langsung. Kehadiran alat pencacah sampah dan pengepres botol plastik diharapkan mampu membantu warga mengelola sampah secara lebih efektif sehingga lingkungan Kampung Ketandan menjadi lebih bersih, tertata, dan terhindar dari penumpukan sampah.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 31 UMSurabaya berharap inovasi yang diperkenalkan menjadi langkah awal bagi masyarakat RW 04 Kampung Ketandan untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.(fitratul mukmin adnan)
