Tantangan dakwah di akar rumput yang kian kompleks memicu Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bergerak cepat. Sebagai langkah taktis adalah menggelar Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) ke-4. Kali ini, fokus jangkauan diarahkan pada Zona Dakwah Tapal Kuda.
Gelaran AMM ke-4 ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 84 peserta delegasi dari berbagai daerah dan organisasi otonom (ortom) dijadwalkan hadir untuk digembleng secara intensif. Sosialisasi kegiatan ini berlangsung lewat saluran zoom, Jumat (15/5/2026)
Direktur AMM sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Dr. Sholikh Al Huda, M.Phil.I, menegaskan bahwa AMM ke-4 ini adalah sebuah respons atas realitas dakwah. Ada keresahan nyata di akar rumput mengenai minimnya jumlah pendakwah Muhammadiyah, ditambah dengan belum validnya data persebaran mubaligh di Jawa Timur.
Situasi ini diperparah oleh dinamika sosial-politik-keagamaan yang semakin rumit serta masifnya gerakan eksternal. “Di tingkat bawah, ideologi seperti Salafi dan paham keagamaan lainnya semakin kuat menggerus umat. Masyarakat juga dihadapkan pada dinamika sosial-politik yang kian ruwet. Muhammadiyah harus hadir dengan jawaban yang tegas, jernih, dan mencerahkan,” ujar Dr. Sholikh Al Huda.
AMM ke-4 dirancang dengan kurikulum yang ketat untuk melahirkan kader dakwah yang siap pakai. Targetnya untuk mencetak mubaligh yang kokoh secara akidah, ideologi, dan manhaj Muhammadiyah, sekaligus memiliki wawasan keislaman yang berkemajuan dan moderat.
Secara spesifik, para lulusan AMM ke-4 ditargetkan menguasai tiga kompetensi utama:
- Ideologi dan Wawasan: Memiliki pemahaman keislaman dan ke-Muhammadiyah-an yang mengakar kuat.
- Manajemen dan Komunikasi: Andal dalam tata kelola dakwah serta menguasai teknik khitobah (orasi/retorika) khas Muhammadiyah.
- Praktik Ibadah: Fasih dan kredibel untuk menjadi imam salat serta khatib Jumat.
Majelis Tabligh PWM Jatim memastikan bahwa AMM bukan akhir dari proses. Sebab pasca-pelatihan, para peserta wajib menjalankan penugasan dakwah di daerah masing-masing. Output laporan dakwah tersebut menjadi syarat mutlak untuk kelulusan.
Peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat, diwisuda, dan secara resmi dikukuhkan sebagai anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh PWM Jawa Timur yang dibuktikan dengan Kartu Anggota KMM Jatim. Ke depan, KMM Jatim akan melakukan pendampingan, pembinaan berlanjut, hingga penyaluran para mubaligh ini ke kantong-kantong dakwah yang membutuhkan.
Instruksi untuk PDM Zona Tapal Kuda
PWM Jawa Timur menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di zona Tapal Kuda untuk segera bergerak cepat melakukan konsolidasi.
“Kami berharap PDM di wilayah Tapal Kuda segera menyosialisasikan gerakan AMM ini di internal mereka. Siapkan delegasi-delegasi terbaik, kader-kader ideologis yang siap dididik untuk memimpin umat,” tegas pihak PWM Jatim.
Adapun rincian kuota 84 peserta AMM ke-4 Zona Tapal Kuda adalah sebagai berikut:
- MT PDM Bayuwangi (10 Orang)
- MT PDM Jember (10 Orang)
- MT PDM Bondowoso (10 Orang)
- MT PDM Situbondo (10 Orang)
- MT PDM Lumajang (10 Orang)
- MT PDM Kab. Probolinggo (10 Orang)
- MT PDM Kota Probolinggo (10 Orang)
- PW Aisyiah Jatim (5 orang)
- DPD IMM-PW NA-PW IPM (9 orang)
Dengan persiapan yang matang dan komitmen penuh, AMM ke-4 diharapkan mampu menjadi jawaban nyata atas dahaga umat akan hadirnya mubaligh Muhammadiyah yang moderat, cerdas, dan berwibawa di jalur Tapal Kuda. || chusnun
