“The eyes of a bee will always look for honey even in a trash can, while the eyes of a fly will look for dirt even in a flower garden. The quality of a person’s life is often determined by their perspective.”
“(Mata lebah akan selalu mencari madu meski di tempat sampah, sedangkan mata lalat akan mencari kotoran meski di taman bunga. Kualitas hidup seseorang sering kali ditentukan oleh cara pandangnya).”
Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, kita sering menjumpai orang yang lebih senang mencari kesalahan, keburukan, dan kekurangan orang lain daripada melihat kebaikan yang ada. Padahal, Islam mengajarkan agar setiap muslim memiliki pandangan yang positif, bijaksana, dan penuh husnuzan (prasangka baik).
Seperti lebah yang selalu mencari madu, seorang mukmin hendaknya berusaha menemukan hikmah, manfaat, dan kebaikan dalam setiap keadaan. Allah Swt berfirman:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12).
Ayat ini mengajarkan agar kaum beriman tidak mudah berburuk sangka kepada sesama, melainkan lebih mengedepankan sikap positif dan adil dalam menilai orang lain. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari No. 6018 dan Imam Muslim No. 47)
Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga lisan dan fokus pada kebaikan, bukan menyebarkan keburukan.
Mari menjadi pribadi seperti lebah yang menghadirkan manfaat di mana pun berada. Dengan hati yang bersih dan cara pandang yang positif, kita dapat memperkuat persaudaraan, menebarkan kedamaian, serta membangun bangsa yang lebih harmonis dan bermartabat. Semoga Allah membimbing kita untuk selalu melihat kebaikan dan menyebarkan kebaikan.
Semoga bermanfaat.
