Di tengah derasnya arus digital yang menggeser tradisi membaca, Masjid Attaqwa Pogot Surabaya mengambil langkah strategis dengan menghadirkan perpustakaan masjid. Kehadiran fasilitas ini menjadi ikhtiar nyata untuk menghidupkan kembali budaya literasi, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Attaqwa Pogot sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa pendirian perpustakaan ini merupakan wujud konkret dari semangat Muhammadiyah Berkemajuan. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah memang menjadikan dakwah, pendidikan, dan ilmu pengetahuan sebagai pilar utama pembangun peradaban.
“Buku melatih cara berpikir mendalam, membangun karakter, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan. Karena itu, masjid harus menjadi rumah ilmu—tempat tumbuhnya budaya membaca dan belajar sepanjang hayat,” ujar Arifin di Kantor Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas literasi masyarakatnya. Kehadiran perpustakaan ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Menurut Arifin, Muhammadiyah Berkemajuan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau teknologi, melainkan pada pengembangan kualitas manusia yang mencintai ilmu pengetahuan.
“Masjid harus mampu melahirkan generasi pembelajar yang berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tegasnya.
Bagi Muhammadiyah, fungsi masjid melampaui batas ibadah mahdhah (ritual). Masjid adalah pusat transformasi sosial untuk melahirkan masyarakat yang tercerahkan—ilham yang telah melahirkan ribuan sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Perpustakaan Masjid Attaqwa Pogot kini bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan simbol komitmen bahwa masjid adalah episentrum pencerahan. Inilah wajah nyata Muhammadiyah Berkemajuan: memakmurkan masjid sekaligus mencerdaskan umat. (*/tim)
