Di dunia sekarang, memang aneh. Manusia sering diperlakukan tidak seperti manusia.
Ada yang dihargai karena jabatannya.
Ada yang direndahkan karena miskinnya.
Ada yang di-bully karena beda.
Ada yang dipakai tenaganya, lalu dibuang.
Padahal Allah Wa Ta’ala sudah memuliakan manusia sejak awal. Allah Wa Ta’ala berfirman: “Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam” (QS. Al-Isra: 70)
Artinya: Memuliakan manusia itu perintah Allah Wa Ta’ala
Apa Artinya “Memanusiakan Manusia? Memperlakukan orang lain sesuai fitrahnya sebagai manusia. Ada 3 hal:
1.Hargai Martabatnya
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam tidak pernah membentak pembantu 10 tahun lamanya. Anas bin Malik bilang: “Beliau tidak pernah berkata ‘cis’ kepadaku”.
Mau dia OB, tukang sampah, atau anak jalanan, dia tetap manusia. Punya hati, punya harga diri.
2. Beri Haknya
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Berikanlah hak pekerja sebelum keringatnya kering” (HR. Ibnu Majah)
Gaji jangan ditunda. Janji jangan diingkari. Hak anak untuk dididik. Hak istri untuk dinafkahi.
Pelajaran: Menzolimi orang berarti kita sedang “menurunkan derajatnya” dari manusia.
3. Tutup Aibnya
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menutup aib seorang muslim, Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Zaman sekarang gampang banget nge-videokan orang jatuh, lalu diviralkan. Pelajaran: Memanusiakan adalah kalau lihat orang salah, nasihati 4 mata. Bukan diumbar di grup.
Tiga Contoh Tidak Memanusiakan Manusia
- Bully dan Body Shaming: mengatakan “Gendut, jelek, miskin” Kita mengejek ciptaan Allah Ta’ala.
- Eksploitasi: Seperti anak disuruh kerja, karyawan lembur tapi tidak digaji. Tenaganya diambil, kemanusiaannya diinjak.
- Tidak Adil: seperti hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Yang lemah selalu kalah.
Padahal Umar bin Khattab pernah bilang ke Amr bin Ash: “Sejak kapan kalian memperbudak manusia, padahal mereka dilahirkan ibunya dalam keadaan merdeka?”
Tiga Cara Kita Memanusiakan Orang
- Senyum dan Sapa: Sedekah paling murah yang bikin orang merasa “aku dilihat”.
- Dengar sebelum Menilai: Jangan langsung menghakimi. Mungkin dia punya cerita.
- Menolong semampu kita: Lihat orang kesusahan, bantu. Walau tenaga dan doa.
Ingat, kita juga manusia. Hari ini kita di atas, besok bisa di bawah. Islam datang untuk memanusiakan manusia. Allah Wa Ta’ala muliakan kita dengan akal, dengan agama, dengan rasa.
Jadi kalau kita mengaku umat Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam buktikan: lembut ke bawahan, hormat ke atasan, sayang ke sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.
ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
