Membawa Berkah Mabrur, Muhammadiyah Ajak Jemaah Haji Tebarkan Kedamaian Negeri

Jemaah haji Muhammadiyah dijamu oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. (ist)
www.majelistabligh.id -

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji 1447 H, jemaah haji Muhammadiyah dijamu oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi dalam acara “Temu Haji Muhammadiyah 1447 H” di Makkah, Selasa (2/6/2026).

Mengusung tema “Dari Tanah Suci Mencerahkan Negeri”, forum silaturahmi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal, Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad, Ketua PP ‘Aisyiyah Rohimi Zamzam, serta Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dalam sambutannya, Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan yang diterima jemaah tahun ini, terutama pada sektor konsumsi dan transportasi. “Kualitas layanan musim ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ziyad.

Ia memaparkan bahwa pada musim haji 1447 H, Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah-’Aisyiyah memberangkatkan total 12.500 jemaah. “Bapak dan Ibu yang hadir di sini merupakan perwakilan dari seluruh jemaah kita yang tersebar di 10 sektor dan sekitar 250 hotel di Makkah,” tambahnya.

Ziyad juga memuji inisiatif PCIM Arab Saudi yang memfasilitasi forum ini sebagai sarana pemantapan spiritual sebelum jemaah bertolak kembali ke Tanah Air.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh Sukamta, Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMUKA) yang hadir sebagai perwakilan jemaah. Ia mengaku kehadiran forum ini membuat warga Muhammadiyah merasa seperti berada di rumah sendiri.

“Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, kita semua benar-benar menjadi pribadi yang mabrur. Kehadiran kita harus membawa kebaikan, kedamaian, dan kemajuan bagi umat serta Persyarikatan,” harap Sukamta.

Ia juga memuji peran nyata Muhammadiyah yang tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga hadir secara global di Tanah Suci. Sukamta berpesan agar nilai-nilai positif selama berhaji—seperti kemampuan menahan amarah dan hawa nafsu—tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang nanti.

Jemaah adalah Subjek, Bukan Komoditas

Pada kesempatan yang sama, Wamenhaj Dahnil Anzar memberikan apresiasi tinggi kepada KBIHU Muhammadiyah-’Aisyiyah. Menurutnya, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis sukses memposisikan jemaah haji sebagai subjek ibadah, bukan sekadar objek.

“Perspektif ormas-ormas ini murni pembimbingan umat, bukan bisnis. Jika jemaah hanya diposisikan sebagai objek, mereka hanya akan dinilai sebagai komoditas semata,” tegas Dahnil.

Dahnil juga meluruskan anggapan keliru dan menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah sama sekali tidak anti terhadap KBIHU. Sebaliknya, keberadaan KBIHU dinilai sangat membantu dan meringankan beban pemerintah dalam menyukseskan kelancaran prosesi haji bagi seluruh jemaah Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search