Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki kerja sama strategis di berbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa Qatar menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun kolaborasi bersama Muhammadiyah. Menurutnya, peluang kerja sama yang ditawarkan mencakup pengembangan pendidikan, mulai dari bidang studi Islam hingga sains.
“Khusus untuk kesehatan dan kedokteran, Dubes Qatar bahkan sangat menantikan lulusan dari Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk dapat datang ke Qatar. Selama ini terdapat sekitar 30 ribu tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di sana, tetapi jumlah yang berasal dari Indonesia masih belum banyak. Karena itu, Qatar sangat berharap dapat menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah,” ujar Haedar.
Tidak hanya membahas kerja sama, pertemuan tersebut juga menjadi komitmen bersama untuk mempererat hubungan emosional antara Muhammadiyah dan Qatar. Haedar juga mengungkap bahwa Dubes Qatar menyampaikan terima kasih mendalam atas ungkapan belasungkawa yang disampaikan Muhammadiyah atas wafatnya Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada 12 Juli 2026.
Bagi Muhammadiyah, Syeikh Hamad merupakan sosok pemimpin Arab yang memiliki kepedulian besar terhadap isu-isu kemanusiaan. Khususnya isu kemanusiaan di Palestina. “Muhammadiyah merasa kehilangan karena Amir Hamad bin Khalifa Al Thani adalah tokoh yang menonjol, pemimpin Arab yang berani, dan memelopori kunjungan ke Gaza, Palestina, pada tahun 2012,” tuturnya.
Haedar menilai kunjungan Syeikh Hamad ke Gaza pada 23 Oktober 2012 merupakan tonggak sejarah. Saat itu, Syeikh Hamad menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi jalur Gaza dengan menembus blokade Israel, sekaligus menunjukkan dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurut Haedar, kepemimpinan Syeikh Hamad juga menjadi fondasi penting bagi transformasi Qatar sebagai negara modern yang maju di berbagai sektor. Estafet pembangunan tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Emir Qatar saat ini, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang berhasil membawa Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, sebuah pencapaian bersejarah bagi kawasan Timur Tengah dan dunia Arab.
“Beliau adalah tokoh yang membangun Qatar menjadi negara maju di berbagai bidang. Kemudian dilanjutkan oleh putranya, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, hingga Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu merupakan pencapaian yang sangat bersejarah,” tambahnya.
Selain itu, Haedar juga menyampaikan bahwa Dubes Qatar secara resmi mengundang Muhammadiyah untuk melakukan kunjungan balasan ke Qatar guna membahas lebih lanjut peluang kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
“Tentu juga karena beliau mengundang kami untuk ke Qatar, kami akan merencanakan untuk berbalas datang ke Qatar selain nanti juga berkunjung ke Kedubes Qatar di Jakarta,” pungkas Haedar. (*/tim)
