Memperhatikan Orang Lain

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Salah satu tanda kesempurnaan iman seorang muslim adalah memiliki kepedulian terhadap orang lain. Islam mengajarkan agar kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan, kesulitan, dan kebahagiaan saudara-saudara kita.

Allah Wa Ta’ala berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Ayat ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang muslim harus diwarnai dengan semangat saling membantu dan saling memperhatikan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada orang lain merupakan bagian dari kesempurnaan iman.

Jika kita senang diperlakukan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan baik. Memperhatikan orang lain dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  1. Menyapa dan menanyakan kabar dengan tulus.
  2. Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan.
  3. Mendengarkan ketika orang lain membutuhkan teman berbicara.
  4. Mendoakan saudara kita tanpa sepengetahuannya.
  5. Bersedekah sesuai kemampuan kepada yang membutuhkan.
  6. Tidak meremehkan atau menyakiti perasaan orang lain melalui ucapan maupun tindakan.

Sering kali perhatian kecil justru memiliki dampak yang sangat besar. Senyuman, ucapan terima kasih, atau sekadar mendengarkan keluh kesah seseorang dapat menjadi penyemangat bagi mereka.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang meringankan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan satu kesusahannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Hadits ini memberikan motivasi agar kita menjadi pribadi yang peka terhadap keadaan sekitar. Setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita dalam bentuk pahala dan pertolongan dari Allah Wa Ta’ala

Yaa Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan bagi semua makhluk.

Yaa Allah, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search