Indonesia mendorong penguatan digitalisasi pendidikan serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan koding dalam forum Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 (14th ASED) di Singapura. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transformasi pendidikan kawasan berbasis teknologi modern.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan, integrasi teknologi dan digitalisasi ke dalam kurikulum nasional selaras dengan arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu mencakup penerapan mata pelajaran koding, AI, serta pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
“AI dan koding saat ini sudah menjadi mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD. Ke depan, ketika SDM dan sarana prasarana sudah siap, AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Indonesia,” tegas Abdul Mu’ti di sela-sela forum ASED.
Penguatan kompetensi digital tersebut tidak hanya dirancang untuk membangun kecakapan teknologi murid sejak dini, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis. Untuk mendukung hal itu, Kemendikdasmen tengah mematangkan pelatihan guru dan penyediaan fasilitas penunjang secara bertahap.
Selain penguasaan teknis, Abdul Mu’ti menggarisbawahi pentingnya etika dan penanaman karakter dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, forum menteri ASEAN telah menyepakati bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi dengan keadaban digital.
“Yang disepakati bukan hanya bagaimana mengajarkan peserta didik menggunakan AI, tetapi juga etika penggunaannya. Bahkan, bagaimana mengembangkan pemikiran yang melampaui AI agar teknologi benar-benar memperkuat kehidupan bersama,” jelasnya.
Pertemuan tingkat tinggi bertema “Strengthening ASEAN through Education” ini dipimpin oleh Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. Forum tersebut menghasilkan 15 poin Pernyataan Bersama, termasuk peluncuran ASEAN Work Plan on Education (AWPE) 2026–2030 yang memuat 6 hasil utama, 28 tujuan program, dan 145 kegiatan strategis untuk lima tahun ke depan.
Sejumlah kesepakatan penting lainnya meliputi pengesahan Deklarasi ASEAN tentang Pembelajaran Fondasional, pembentukan ASEAN Centre of Excellence for Teacher Education and Development (ACTED), penguatan pendidikan tinggi berbasis AI, integrasi pendidikan vokasi (TVET), ekspansi mobilitas mahasiswa via ASEAN GEMS Plus, hingga penanganan anak putus sekolah.
Forum ditutup dengan apresiasi kepada Singapura atas kepemimpinannya sebagai Ketua Sektor Pendidikan ASEAN periode 2026–2027, serta penetapan Brunei Darussalam sebagai tuan rumah 15th ASED pada 2028 mendatang. (*/tim)
