Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melanjutkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan revitalisasi tahun 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk 809 satuan pendidikan.
Per April 2026, sebanyak 9 satuan pendidikan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan 800 sekolah lainnya dalam proses PKS. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Kemendikdasmen melanjutkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Menandai dimulainya revitalisasi 2026 di NTT, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti melakukan peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Senin (4/5/2026). Revitalisasi di TK ini meliputi pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, dan Alat Peraga Edukatif (APE) dengan total bantuan lebih dari Rp860 juta.

“Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan juga dalam rangka memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Wajib Belajar 13 Tahun,” ungkap Abdul Mu’ti, di Kota Kupang.
Menteri Mu’ti menambahkan, pembangunan revitalisasi TK Kristen Kota Kupang akan berlangsung selama empat bulan, sehingga pada Agustus 2026 seluruh guru dan murid TK sudah bisa menggunakan fasilitas gedung baru.
“Semoga dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar dan kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi. Kalau kualitas pendidikannya meningkat, juga akan berdampak ke peningkatan sumber daya manusia (SDM) di NTT,” tutur Menteri Mu’ti.
Sementara itu, rasa terima kasih dan kata syukur turut diungkapkan oleh Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti. Ia bercerita bahwa sekolahnya telah berdiri sejak tahun 1958 dan telah melahirkan banyak alumni yang hebat.
“Seluruh warga sekolah kami sangat bahagia. Selain datangnya Menteri Mu’ti ke sini, kami bersyukur sekolah kami menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Doa kami semoga gedung baru nanti menjadi semangat baru dan membuat murid kami semakin senang untuk bersekolah,” ujar Nortje. (*/tim)
