Mengakar pada Tauhid, Bertumbuh dalam Dakwah, Mengabdi untuk Umat

Dr. Hairul Warizin, SE., MM.
*) Oleh : Dr. Hairul Warizin, SE., MM.
Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

“Orang yang akarnya kuat tidak mudah tumbang oleh badai. Orang yang akidahnya kokoh tidak mudah hanyut oleh zaman.”

***

Pemuda hari ini hidup pada zaman yang penuh peluang sekaligus tantangan. Kemajuan teknologi memberikan akses ilmu tanpa batas, tetapi juga membuka pintu berbagai ideologi, gaya hidup, dan nilai yang tidak selalu sejalan dengan Islam.

Banyak orang bertumbuh dalam pengetahuan, tetapi kehilangan arah hidup. Banyak yang aktif di media sosial, tetapi pasif dalam kehidupan sosial. Banyak yang mengejar popularitas, tetapi melupakan kebermanfaatan.

Muhammadiyah sejak awal lahir bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang bertujuan melahirkan manusia yang beriman, berilmu, dan beramal.

  1. Mengakar pada Tauhid

Allah berfirman:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.” (QS. Ibrahim: 24)

Allah tidak mengumpamakan iman seperti bunga yang indah, tetapi seperti pohon. Mengapa? Karena pohon memiliki akar. Semakin tinggi pohon, semakin dalam akarnya. Begitu pula seorang Muslim. Semakin besar amanahnya, semakin kuat tauhidnya.

Tauhid bukan sekadar hafalan. Tauhid bukan hanya mengucapkan lā ilāha illallāh. Tauhid adalah menjadikan Allah tujuan utama hidup. Buktinya terlihat dalam keputusan sehari-hari:

  • ketika memilih pekerjaan,
  • ketika menggunakan media sosial,
  • ketika mencari pasangan,
  • ketika menggunakan harta,
  • ketika menghadapi ujian.

Tauhid membuat kita bertanya: “Apakah Allah rida?” Bukan: “Apakah ini sedang viral?”

Ciri pemuda yang akarnya kuat

  • Tidak mudah ikut-ikutan tren.
  • Tidak mudah terpengaruh pergaulan buruk.
  • Tidak menjual prinsip demi keuntungan.
  • Berani mengatakan benar walaupun sendirian.

Allah berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

  1. Bertumbuh dalam Dakwah

Tauhid tidak boleh berhenti di dalam hati. Ia harus tumbuh menjadi amal.

Allah berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali ‘Imran: 104)

Dakwah bukan hanya ceramah. Dakwah adalah menghadirkan Islam dalam kehidupan. Misalnya:

  • menjadi mahasiswa yang jujur,
  • pedagang yang amanah,
  • guru yang ikhlas,
  • dokter yang melayani,
  • pejabat yang bersih,
  • pengusaha yang adil.

Semuanya adalah dakwah.

Pemuda Muhammadiyah harus menjadi solusi

Masyarakat tidak membutuhkan orang yang pandai mengkritik. Masyarakat membutuhkan orang yang mau turun tangan. Jika lingkungan kotor, jadilah penggerak kebersihan. Jika banyak anak putus sekolah, jadilah guru. Jika banyak pemuda kecanduan gim, buat komunitas olahraga. Jika banyak yang jauh dari masjid, hidupkan kajian.

Itulah dakwah.

Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. ath-Thabrani; dinilai hasan oleh sebagian ulama)

  1. Mengabdi untuk Umat

Mengapa kita belajar? Mengapa kita bekerja? Mengapa kita berorganisasi? Jawabannya bukan untuk diri sendiri. Tetapi agar semakin banyak orang merasakan manfaat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Kekuatan yang dimaksud meliputi: iman, ilmu, ekonomi, kesehatan, kepemimpinan, akhlak. Semuanya digunakan untuk melayani umat.

Muhammadiyah lahir dari pengabdian

Ahmad Dahlan tidak mendirikan Muhammadiyah untuk mencari jabatan. Beliau melihat: umat tertinggal, pendidikan lemah, kemiskinan tinggi, kesehatan buruk. Lalu beliau bergerak.

Dari situlah lahir: sekolah, rumah sakit, panti asuhan, universitas, pelayanan sosial. Inilah dakwah yang membumi.

Tantangan Pemuda Saat Ini

Banyak pemuda ingin cepat terkenal. Sedikit yang ingin lama bermanfaat. Media sosial sering mengajarkan: “Lihat aku.”

Padahal Islam mengajarkan: “Lihat manfaatku.”

Orang hebat bukan yang paling banyak pengikutnya. Tetapi yang paling banyak manfaatnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Rawat hubungan dengan Allah melalui salat berjamaah, tilawah setiap hari, membiasakan qiyamul lail meski singkat. Zikir pagi dan petang.
  • Perbanyak ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
  • Aktif di masjid. Masjid bukan hanya tempat salat. Masjid adalah pusat peradaban. Dari masjid lahir: pendidikan, kepemimpinan, persaudaraan, pelayanan masyarakat.
  • Menjadi teladan. Mulailah dari hal sederhana: tepat waktu, menepati janji, tidak menyebarkan hoaks, ramah kepada tetangga, santun di media sosial. Karena dakwah paling kuat adalah keteladanan.

Refleksi Bersama

Mari bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah tauhid saya semakin kuat?
  • Apakah ilmu saya sudah menjadi amal?
  • Apakah keberadaan saya membawa manfaat?
  • Jika saya meninggal hari ini, amal apa yang masih terus hidup?

Pemuda Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah. Kita harus menjadi pelaku sejarah. Bukan sekadar bangga menjadi kader, tetapi menghadirkan nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita menjadi generasi yang mengakar pada tauhid, bertumbuh dalam dakwah, mengabdi untuk umat.

Semoga Allah menjadikan kita seperti pohon yang baik, yang akarnya menghunjam kuat, cabangnya menjulang tinggi, dan buahnya terus memberi manfaat bagi siapa pun yang datang berteduh. || Materi ini disampaikan pada Semarak Milad Pemuda Muhammadiyah di Ketegan Barat.

 

Tinggalkan Balasan

Search