“Bersungguh-sungguhlah menjaga lisanmu, karena ia adalah penyebab paling kuat bagi kehancuranmu di dunia dan di akhirat.” (Imam Al-Ghazali)
Lisan secara langsung mau pun via media sosial sering dianggap enteng, padahal bisa jadi dampaknya sangat berat. Al-Quran mengingatkan bahwa tidak satu kata pun terucap kecuali dicatat malaikat. (QS. Qaf: 18)
Belum lagi dampak kerusakan yang terjadi di dunia, baik karir atau pekerjaan, pertemanan, bertetangga, dan lain lain.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (Al-Bukhari: 5559)
Ingatlah pesan, “Banyak hubungan hancur karena kata yang tak dijaga.”
Ust. Hanan Attaki juga berpesan, “Jaga lisan, karena itu branding imanmu.” Ini jalan keselamatan dunia-akhirat.
Yaa Allah tolonglah kami agar bisa selalu berzikir kepada-Mu, bersyukur atas limpahan nikmat-Mu dan membaguskan ibadah kami kepada-Mu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, ‘Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu).” (QS. Al-Qalam : 28)
Orang yang paling bijak di antara mereka tetap menasihati kaumnya walaupun sebelumnya tidak didengar. Ini menunjukkan kewajiban amar ma’ruf dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Orang yang banyak berzikir akan lebih mudah bersyukur, rendah hati, sadar bahwa nikmat berasal dari Allah. Sebaliknya, lalai dari zikir membuat hati keras dan cinta dunia.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Azim.” (HR. Bukhari Muslim)
In syaa Allah, Allah menjadikan kita termasuk orang yang banyak berzikir, mudah menerima nasihat, dan selalu bersyukur atas nikmatNya, aamiin.
in syaa Allah bermanfaat. || ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
