Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar mengikuti pelatihan Bahasa Arab menggunakan Metode Alam Level 0 yang digelar di Minihall Kantor Kemenag Kota Blitar pada 23–24 Mei 2026. Melalui pelatihan ini, peserta diklaim mampu memahami dasar-dasar Bahasa Arab yang selama ini dipelajari bertahun-tahun hanya dalam waktu dua hari.
Pelatihan Metode Alam Angkatan ke-55 tersebut dinilai penting oleh Kantor Kemenag Kota Blitar karena pemahaman Bahasa Arab merupakan kunci utama dalam memahami ilmu agama. Namun, mempelajari kaidah Bahasa Arab bukanlah hal yang mudah dan kerap menjadi kendala bagi banyak orang.
Selain membutuhkan waktu yang lama akibat materi yang cukup banyak, peserta juga sering menghadapi rasa jenuh karena sulit memahami kaidah Bahasa Arab. Melalui Metode Alam, anggapan bahwa belajar Bahasa Arab adalah momok bagi para santri berusaha dipatahkan. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan waktu yang relatif singkat, peserta mampu memahami kaidah Bahasa Arab dengan lebih baik.
Metode Alam disusun oleh Ust. Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, S.Pd.I, MPd yang akrab disapa Ustaz Alam. Metode ini dinilai efektif dalam mengajarkan pemahaman nahwu dalam waktu singkat sehingga menjadi alternatif pembelajaran kaidah Bahasa Arab.
Ustaz Alam menjelaskan, Metode Alam merupakan singkatan dari Ajaib, Lugas, Asyik, dan Mudah. Dai muda Muhammadiyah tersebut juga telah menerima gelar doktor honoris causa dan profesor honoris causa atas kontribusinya dalam pengembangan metode pembelajaran tersebut.
Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar, Dr. Muhammad Kanzul Fathon, beserta jajaran pejabat Kemenag, Kasubbag, Kasi, kepala KUA, penyuluh, dan ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kota Blitar.
“Alhamdulillah dalam dua hari ini kita belajar materi yang sangat luar biasa, bisa membuka cakrawala berpikir kita tentang kedalaman Al-Qur’an. Teman-teman juga kelihatannya enjoy dalam mengikuti pelatihan ini, dan yang paling utama progres teman-teman yang selama ini belum pernah atau masih kesulitan memahami Bahasa Arab terlihat sangat memuaskan. Semoga ilmunya bermanfaat dan kita bantu penyebarannya agar sama-sama mendapatkan amal jariyah,” ujar Kasubbag TU Kantor Kemenag Kota Blitar, M. Agus Salim, M.Pd.
Ia menambahkan, “Pantas beliau mendapatkan gelar profesor, karena memang berhasil menyusun metode yang menghilangkan semua momok dan kesusahan dalam belajar Bahasa Arab menjadi mudah dan menyenangkan.” (*/tim)
