Muhammadiyah Istiqamah Menolak Taqlid, Bid’ah dan Churafat, Namun Tetap Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Muhammadiyah Istiqamah Menolak Taqlid, Bid’ah dan Churafat, Namun Tetap Menjaga Ukhuwah Islamiyah
*) Oleh : Dr. Risman Muchtar, M.Si
Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Berbeda dalam ijtihad, bersatu dalam ukhuwah
Muhammadiyah dapat istiqamah menolak taqlid yang tidak kritis, bid‘ah dalam pengertian syar‘i, dan khurafat, sekaligus tetap menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim. Kedua komitmen itu tidak harus dipertentangkan.
Pemurnian akidah dan ibadah membutuhkan keberanian ilmiah, sedangkan pemeliharaan ukhuwah membutuhkan kedewasaan moral. Yang pertama mencegah agama kehilangan landasannya; yang kedua mencegah perjuangan agama kehilangan akhlaknya.

Karena itu, semangat tajdid sepatutnya melahirkan umat yang semakin berilmu, bukan semakin angkuh; semakin teguh dalam prinsip, bukan semakin kasar; dan semakin berani mengoreksi kesalahan, bukan semakin gemar memutus persaudaraan.

“Teguh dalam tauhid, istiqamah dalam tajdid, kritis terhadap taqlid, cermat dalam menilai bid‘ah dan khurafat, santun dalam berdakwah, serta kokoh dalam memelihara ukhuwah Islamiyah.”

Sebab, memurnikan ajaran Islam adalah ikhtiar menjaga kemurnian agama, sedangkan memelihara ukhuwah Islamiyah adalah ikhtiar menjaga kehormatan dan kekuatan umat. Keduanya harus berjalan bersama dalam bingkai ilmu, hikmah, keadilan, dan akhlak mulia.

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb.

 

 

Tinggalkan Balasan

Search