Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatiasih, Kota Bekasi, memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta LPK Insan Daya Guna.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Instruktur Terampil Metodologi Pelatihan KKNI Level 3, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 3 November 2026 di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pesantren MBS A.R. Fachruddin, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga instruktur sekaligus mengoptimalkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini dirancang untuk 32 peserta yang terbagi dalam dua kelas, masing-masing berkapasitas 16 orang. Dengan kurikulum sebanyak 80 jam pelatihan (JP), peserta mengikuti pembelajaran berbasis sembilan unit kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Pelatihan menghadirkan dua master trainer, yakni Dr. Jaharuddin dan Shashi Nurchaya, S.Pi, MPd. Seluruh rangkaian pelatihan dan uji kompetensi diselenggarakan secara gratis, dengan dukungan fasilitas makan siang dan bantuan transportasi bagi peserta.
Menurut master trainer, yakni Dr. Jaharuddin, materi pelatihan mencakup sembilan kompetensi utama yang diperlukan seorang instruktur profesional. Peserta mempelajari cara mengidentifikasi standar kompetensi dan kualifikasi kerja sebagai landasan penyusunan program pembelajaran, merencanakan penyajian materi pelatihan, serta melaksanakan pelatihan tatap muka secara sistematis dan efektif.
“Pada bagian ini, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana tujuan pembelajaran diterjemahkan menjadi kegiatan pelatihan yang terstruktur, bagaimana metode dan media pembelajaran dipilih, serta bagaimana proses belajar difasilitasi agar peserta mampu mencapai kompetensi yang ditetapkan,” jelasnya.
Selain kemampuan mengajar, peserta mempelajari penerapan keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (K3) di lembaga pelatihan, pengelolaan bahan dan peralatan pelatihan, serta pemeliharaan fasilitas pembelajaran. Kompetensi tersebut penting untuk memastikan kegiatan pelatihan berlangsung aman, tertib, efisien, dan didukung sarana yang memadai. Peserta juga dibekali kemampuan melakukan komunikasi di tempat kerja, termasuk menyampaikan informasi, membangun interaksi yang efektif, dan menangani persoalan komunikasi dalam lingkungan pelatihan.
Materi lainnya adalah menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu. Melalui kompetensi ini, instruktur mempelajari pentingnya memantau perkembangan kemampuan peserta, mendokumentasikan kemajuan pembelajaran, memberikan umpan balik, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Dengan demikian, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari tersampaikannya materi, tetapi juga dari perkembangan kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari.
Dari keseluruhan kurikulum, materi perencanaan penyajian pelatihan dan pelaksanaan pelatihan tatap muka memperoleh alokasi terbesar, masing-masing 16 JP. Hal ini menegaskan pentingnya kemampuan instruktur dalam mempersiapkan sekaligus melaksanakan pembelajaran.
Sementara itu, materi pengelolaan sarana, keselamatan kerja, komunikasi, dan penilaian kemajuan kompetensi melengkapi kemampuan instruktur agar mampu mengelola proses pelatihan secara menyeluruh. Seorang instruktur yang kompeten bukan sekadar mampu menjelaskan materi, melainkan juga harus mampu membimbing, memfasilitasi praktik, dan membantu peserta mencapai standar kompetensi yang diharapkan.
Keterlibatan PCM Jatiasih dalam kegiatan ini menunjukkan perluasan peran dakwah Muhammadiyah melalui penguatan keterampilan dan profesionalisme sumber daya manusia. Kerja sama dengan lembaga pelatihan dan institusi pemerintah membuka peluang bagi Persyarikatan untuk mengembangkan program pendidikan dan pemberdayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Langkah ini sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang menempatkan ilmu pengetahuan, kerja profesional, kemandirian, dan kemanfaatan sosial sebagai bagian penting dari gerakan dakwah,” ujar perwakilan PCM Jatiasih.
Pemanfaatan BLKK Pesantren MBS A.R. Fachruddin sebagai tempat pelatihan juga memiliki arti strategis. Fasilitas yang dilengkapi workshop kejuruan multimedia ini menjadi ruang pertemuan antara pendidikan pesantren dan pengembangan kompetensi kerja. Melalui kegiatan tersebut, pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter, tetapi juga berpotensi memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan menyiapkan tenaga pelatih yang berkualitas.
Bagi Muhammadiyah, penguatan kompetensi instruktur memiliki relevansi yang luas, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran di lembaga pendidikan, pengembangan pelatihan kewirausahaan, pembinaan kader, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran instruktur yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelatihan secara profesional dapat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas berbagai program pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Persyarikatan.
Melalui kolaborasi PCM Jatiasih, BBPVP Bekasi, dan LPK Insan Daya Guna, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada perolehan sertifikat kompetensi, tetapi juga memberikan bekal yang dapat diterapkan peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan di lingkungannya masing-masing. Pengembangan kapasitas instruktur merupakan investasi jangka panjang karena kemampuan seorang pelatih dapat memberikan manfaat berkelanjutan melalui proses pembelajaran kepada banyak orang.
Dari lingkungan pesantren di Jatiasih, kegiatan ini membawa pesan bahwa dakwah berkemajuan tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyampaian ilmu dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga melalui kemampuan membangun manusia yang terampil, produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama. Penguatan kompetensi instruktur menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk menghadirkan Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu, amal, dan pemberdayaan yang terus memberi manfaat bagi umat dan bangsa. (*/tim)
