RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Tuntaskan Migrasi E-KTAM untuk Pegawai

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Tuntaskan Migrasi E-KTAM untuk Pegawai
www.majelistabligh.id -

Kehadiran M-ID, SatuMu, MASA dan e-KTAM menunjukkan kesadaran bahwa Persyarikatan sebesar Muhammadiyah membutuhkan sistem data dan layanan yang terintegrasi. Ini bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan bagian dari reformasi organisasi. SatuMu bahkan diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai data dan layanan Persyarikatan.

Salah satu langkah baik kembali ditunjukkan oleh keluarga besar RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Seluruh tenaga kesehatan dan pegawai telah menuntaskan pendaftaran data serta migrasi E-KTAM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik) hingga mencapai 100 persen, Kamis (29/10/2026).

Penyerahan hasil dilakukan oleh Kepala Kantor Sekretariat PWM Kalteng, Jaemi Wahyudi, SPd.I, MAP kepada Direktur Utama RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, dr. Lia Indriana, MHPE, didampingi Direktur Umum, Keuangan dan Ke-Muhammadiyahan, Drs. Mulyono, MPd yang bertempat di lantai III.

Direktur Utama RS Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, dr. Lia Indriana, menyampaikan capaian ini tentu menjadi kabar baik sekaligus penyemangat bagi AUM, pimpinan di berbagai tingkatan baik itu daerah, cabang bahkan ranting Muhammadiyah khususnya di Kalimantan Tengah. Ayo bersama-sama kita tuntaskan pendaftaran dan migrasi E- KTAM melalui aplikasi MASA.

“Semoga langkah RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya ini bisa diikuti oleh AUM bahkan pimpinan lainnya. Karena tertib data anggota juga menjadi bagian dari upaya kita memperkuat gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, mendukung penuh program Muhammadiyah dalam transformasi digital sehingga kedepan dalam membaca data, menyusun program, mengembangkan materi dakwah, meningkatkan pelayanan, bahkan membantu pimpinan memahami persoalan organisasi dengan lebih cepat, akurat sehinggga Muhammadiyah semakin terhubung, semakin mudah berkhidmat, dan semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa.

Diketahui, reformasi di dunia digital berkembang begitu cepat. Persyarikatan justru harus berada di depan, memanfaatkan teknologi untuk memperkuat dakwah, pendidikan, pelayanan, kaderisasi dan tata kelola organisasi.

Digitalisasi yang berkemajuan bukan berarti semua orang harus menjadi ahli teknologi, akan tetapi digitalisasi yang berkemajuan berarti teknologi dibuat sedemikian rupa sehingga orang yang tidak ahli teknologi pun tetap dapat memperoleh pelayanan organisasi secara mudah dan bermartabat. (mf)

 

Tinggalkan Balasan

Search