Suasana penuh kekhusyukan dan kehangatan tampak menyelimuti Masjid Al-Ikhlash, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Pada Jumat pagi (30/10/2026), takmir masjid kembali sukses menyelenggarakan agenda rutin yang dinanti-nantikan jamaah, yakni Pengajian Jumat Berkah yang diisi usai pelaksanaan salat subuh berjemaah.
Hadir sebagai penceramah utama dalam kegiatan penuh berkah ini, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Ustad Afifuddin Aminin. Kehadiran beliau berhasil membius para jamaah yang hadir dengan penyampaian materi yang menyejukkan hati dan sarat akan makna kehidupan.
Sebelum acara inti dimulai, Sekretaris Takmir Masjid Al-Ikhlash, Ustad H. Abdul Faliq, M.Pd memberikan sambutan hangat di hadapan para jamaah. Dalam pesan singkatnya, beliau mengimbau agar seluruh jamaah dapat menyimak dan meresapi setiap ilmu yang disampaikan oleh penceramah.
“Kami berharap semua jamaah dapat menyimak pengajian hingga selesai dan mengikuti sarapan pagi bersama”, Tutur dengan penuh harap.
Lebih dari sekadar majelis ilmu, pagi itu Masjid Al-Ikhlash sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat pembinaan umat yang peduli sesama. Usai pengajian, para jamaah dijamu dengan sarapan pagi bersama dalam suasana kekeluargaan yang erat, dilanjutkan dengan pembagian santunan sembako bagi jamaah yang kurang mampu.
Mengharap “Perdagangan yang Tidak Akan Merugi”
Mengusung tema utama “Memperbaiki Diri untuk Menjadi Insan yang Mulia di Sisi Allah SWT”, Ustad Afifuddin Aminin mengawali tausiyahnya dengan mengingatkan pentingnya evaluasi diri secara konsisten. Beliau menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Sang Pencipta bukanlah diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari seberapa besar niat dan ikhtiar seseorang untuk memperbaiki kualitas ibadah serta akhlaknya setiap hari.
Dalam pemaparannya, penceramah kharismatik tersebut mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Fatir ayat 29:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”
Ayat ini, lanjut beliau, menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa investasi terbaik di dunia adalah investasi akhirat. Amal saleh, kedekatan dengan Al-Qur’an, ketulusan dalam mendirikan salat, serta kepedulian sosial melalui infak dan sedekah adalah bentuk “perdagangan” mutlak dengan Allah yang dijamin tidak akan pernah mengalami kebangkrutan.
Merajut Ukhuwah, Menghidupkan Kepedulian
Kegiatan Jumat Berkah di Masjid Al-Ikhlash ini bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari nilai-nilai Islam yang hidup. Melalui sinergi antara majelis ilmu, kebersamaan di meja makan, dan uluran tangan bagi yang membutuhkan, masjid berhasil difungsikan sebagaimana fungsinya di zaman Nabi—sebagai jantung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Semoga langkah mulia Takmir Masjid Al-Ikhlash Campurejo ini senantiasa istikamah dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya untuk terus menebar kebaikan, menghidupkan ukhuwah, serta merawat kepedulian di tengah umat. (ma’in)
