Semakin bertambah usia, semakin sunyi riuh dunia terasa, karena Allah sedang memanggil hati kita untuk pulang, sebelum benar-benar pulang.
Semakin menua raga ini, semakin jelas fana itu nyata. Allah sedang mengajarkan, bahwa yang kekal hanyalah amal atau dosa.
Semakin banyak yang hilang dari hidup kita, semakin Allah menegaskan satu hal: “Jangan titipkan hati pada yang sementara, karena ia pasti pergi tanpa permisi.”
Waktu yang berlalu tak pernah kembali, dan usia yang berkurang tak bisa diganti, itu tanda bahwa Allah sedang berkata: “Sudahkah engkau bersiap kembali?”
Firman Allah,
يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَا عٌ ۖ وَّاِنَّ الْاٰ خِرَةَ هِيَ دَا رُ الْقَرَا رِ
“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Ghafir 40: 39)
Jika hari ini engkau masih bernafas, itu bukan sekedar hidup yang tersisa, melainkan kesempatan terakhir yang Allah beri, untuk memperbaiki sebelum semuanya berhenti.
Usia dan raga yang kuat takkan pernah kembali, mari persiapkan diri.
Barakallahu fiikum.
