Bayangkan jika mereka ini adalah orang-orang yang sedang mengantre menuntut haknya kepadamu di hadapan Allah pada hari kiamat nanti, atas hak mereka yang kau ambil, atas caci makimu, tuduhanmu, fitnahmu, kecuranganmu, hutang-hutangmu, ghibahmu dan kezalimanmu lainnya.
Dan yang lebih menyedihkannya lagi, baru orang pertama yang menuntut haknya padamu, namun seluruh kebaikan-kebaikan amal saleh yang kau miliki telah habis sebagai gantinya dan tidak cukup untuk membayar sisa-sisa orang yang masih mengantre.
Maka sebagai gantinya, dosa orang-orang yang menuntut itu selanjutnya ditimpakan kepadamu, sehingga engkau dilempar ke dalam api neraka.
Sungguh, betapa menyedihkan nasibmu, engkau yang bersusah payah dan berlelah-lelah mengerjakan amal saleh, namun pada akhirnya semua pahala kebaikannya itu habis engkau berikan kepada orang lain atas kezalimanmu. Dan inilah yang Rasulullah saw kabarkan sebagai orang yang bangkrut di akhirat kelak.
Hadis tentang orang yang bangkrut di akhirat adalah peringatan keras dari Rasulullah ﷺ mengenai bahaya dosa-dosa sosial (kezhaliman terhadap sesama manusia), meskipun seseorang rajin beribadah. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
Artinya:Rasulullah ﷺ bertanya: “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak pula memiliki harta/barang.”Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang membawa dosa pernah mencaci maki si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si ini. Maka kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya. Jika kebaikannya telah habis sebelum tuntutan orang-orang yang dizaliminya selesai, maka dosa-dosa mereka (yang dizalimi) ditimpakan kepadanya, kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Muslim)
Pesan hadis tersebut:
- Ibadah gugur karena zalim. Pahala salat, puasa, dan zakat yang dikumpulkan semasa hidup akan ludes diberikan kepada orang lain akibat perbuatan buruk semasa di dunia.
- Dosa Ditanggung: Jika seluruh pahala kebaikannya sudah habis dan masih ada korban yang belum terbayar haknya, maka dosa-dosa dari korban tersebut akan dipindahkan kepada pelaku zalim.
- Berakhir di Neraka: Akibat tidak ada lagi pahala dan malah menanggung beban dosa yang berat, pelaku akhirnya dilemparkan ke dalam neraka.
Mari kita ingat-ingat kembali siapa saja yang mungkin haknya pernah kita ambil, siapa saja yg pernah kita fitnah, siapa saja yang hutangnya belum kita bayar, siapa saja yang pernah kita caci maki, siapa saja yang pernah kita dzalimi.
Maka segera selesaikan di dunia sebelum keadilan di akhirat ditegakkan. Karena jauh lebih ringan menunaikan hak-hak orang lain ketika masih di dunia ini daripada harus mempertanggung jawabkannya di akhirat nanti. (*)
