NA Kalteng Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Dengan Semangat Bergembira

NA Kalteng Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Dengan Semangat Bergembira
www.majelistabligh.id -

Ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah memenuhi Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Mereka datang untuk mengikuti pembukaan Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, forum permusyawaratan tertinggi organisasi perempuan muda Muhammadiyah.

Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, muktamar menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyusunan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah dalam menghadapi berbagai perubahan sosial.

Pembukaan muktamar dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini beserta jajaran, unsur pemerintah, tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai wilayah di Indonesia, diantara Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berjumlah 45 orang terdiri dari peserta 24 orang dan penggembira 21 orang.

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWNA Kalteng), Dwi Purbayanti, menyampaikan rasa bangganya karena PWNA Kalteng, dapat hadir secara langsung dengan membawa rombongan mulai dari wilayah sampai ke cabang Nasyiatul Aisyiyah Se-Kalteng.

Muktamar tidak berhenti pada agenda permusyawaratan organisasi ataupun pergantian kepemimpinan. Forum tertinggi Nasyiatul Aisyiyah tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan organisasi dan merumuskan arah gerakan (berkemajuan) pada masa mendatang terutama pengkaderan harus tumbuh dari ranting dan cabang.

“Kami membawa semangat berkumpul, bergembira dan merumuskan arah pergerakan Nasyiatul Aisyiyah terutama masalah pengkaderan di tingkat ranting dan cabang. Tidak hanya untuk muktamar ini, tetapi untuk memasuki abad kedua Nasyiatul Aisyiyah terutama untuk Kalimantan Tengah yang luas wilayahnya, sangat besar sekitar 1,2 kali lipat atau lebih besar dari total luas pulau Jawa secara keseluruhan,” ujarnya.

Memasuki abad kedua perjalanan organisasi, Nasyiatul Aisyiyah melihat perubahan tersebut sebagai tantangan yang harus dijawab melalui gerakan perempuan muda yang adaptif, inovatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam berkemajuan.

Dwi Purbayanti menggambarkan rangkaian program tersebut sebagai pilihan organisasi untuk tetap terlibat di tengah berbagai perubahan dan berdampak langsung di masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Di tengah berbagai tantangan tersebut, kami bersyukur Nasyiatul Aisyiyah tidak memilih menjadi penonton sejarah. Kami memilih hadir membersamai perempuan muda yang sedang mencari jati dirinya baik dalam bidang pendidikan, menghidupkan pengajian melalui gerakan mengaji Nasyiatul Aisyiyah, serta keterampilan melalui AsTer (Nasyiatul Terampil), hadir membersamai remaja yang membutuhkan ruang bertumbuh melalui Pasmina, bahkan hadir menjaga lingkungan dengan konsep Eco-Bhineka,” jelasnya.

“Siapapun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah Pimpinan Pusat yang menahkodai, kami siap membersamai (Samina wa atha’na) dengan semangat NA bertumbuh, berdampak dan bergembira khususnya di Kalteng, Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila,” i,mbuhnya. (mf)

 

Tinggalkan Balasan

Search