Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar Business Matching Program Inklusi Keuangan di Aula Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Agenda ini menjadi langkah strategis mendorong UMKM binaan agar terus berkembang hingga berskala besar.
Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah, Toni Firmansyah, menegaskan bahwa pendampingan usaha harus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini penting agar pelaku usaha mikro dapat bertransformasi menjadi pengusaha skala menengah hingga besar yang memegang teguh nilai kejujuran, amanah, dan kebermanfaatan.
“Salah satu tujuan utama LP UMKM adalah mencetak pengusaha-pengusaha besar yang lahir dari pembinaan Muhammadiyah,” ujar Toni.
Toni menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausahawan berkarakter Islami. Pengusaha yang tumbuh dari ekosistem ini diharapkan mampu meneladani sifat-sifat Rasulullah saw dalam menjalankan bisnis.
Meski membutuhkan waktu dan proses yang panjang, pembinaan yang berjalan saat ini diyakini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya ekosistem pengusaha Muhammadiyah di masa depan.
“Fondasi yang kita bangun hari ini akan berbuah dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Kami optimistis visi ini akan melahirkan pengusaha besar yang jujur, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Tak hanya membuka akses pembiayaan, Toni juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas diri pelaku usaha. Menurutnya, bantuan finansial harus diimbangi dengan penguatan keterampilan, kompetensi, serta kepemimpinan agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Lembaga yang berdiri sejak 2022 ini terus memperluas jejaring kerja sama. Forum business matching tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan sekaligus membuka peluang kolaborasi antar-pebisnis.
Pada kesempatan yang sama, BSI menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan UMKM binaan Muhammadiyah. Bentuk dukungan tersebut meliputi kemudahan akses layanan keuangan, pembiayaan, hingga pendampingan bisnis.
Sinergi ini juga diarahkan untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah, termasuk akses pembiayaan bagi warga Muhammadiyah di Kota Sorong, Papua.
Melalui penguatan kapasitas, perluasan akses modal, dan kolaborasi yang solid, LP UMKM PP Muhammadiyah berharap makin banyak pelaku usaha yang naik kelas untuk memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan. (*/tim)
