Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui Asosiasi Pengusaha Nasyiah (APUNA) terus berkomitmen mencetak kader yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, organisasi otonom Muhammadiyah ini menggelar “Pelatihan dan Kompetensi Pitching Bisnis Kuliner Halal” yang berlangsung secara daring pada 6–13 Juni 2026.
Program strategis ini dirancang untuk mendorong transformasi usaha kader Nasyiah, mengubah metode konvensional menjadi berbasis teknologi digital, baik dalam aspek operasional maupun promosi produk.
Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PPNA, Subekti, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan mempresentasikan ide bisnis secara profesional.
“Tujuannya adalah menarik minat kolaborasi, membuka akses permodalan, serta memperluas jaringan pasar bagi produk-produk kader,” ujar Subekti.
Sebanyak 50 kader Nasyiah dari seluruh Indonesia antusias mengikuti program ini. Sebelum memasuki tahap seleksi proposal bisnis, para peserta terlebih dahulu dibekali materi intensif dari sejumlah narasumber dan praktisi ahli.
Materi Pembekalan
Pada hari pertama pelatihan, Sabtu (6/6/2026), peserta mendapatkan wawasan mengenai “Peran Strategis Regulasi dan Pembiayaan Syariah dalam Akselerasi Ekosistem Kuliner Halal” yang disampaikan oleh Nurchaliza Lubis dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Retnosyari Septiyani, Dosen Prodi Bisnis Jasa Makanan FEB UAD. Ia mengupas tuntas “Strategi Menembus Pasar dengan Nilai Jual Produk Halal” sembari membagikan kisah sukses produk berbasis kearifan lokal yang berhasil menembus pasar internasional.
Sesi hari pertama ditutup oleh El Vika Mar Atul Khusna, pemilik Rahapi Bakery Yogyakarta, yang membagikan ilmu praktis terkait manajemen operasional dan keuangan khusus bisnis kuliner.
Memasuki hari kedua, Ahad (7/6/2026), peserta mendapatkan materi penguatan terkait digital branding dan komunikasi visual dari Brand Experience Manager Elzatta, Dewi Siti Rochmah. Selain itu, hadir pula Danang Pradana selaku Co-Founder DIFAFRIENDS yang memandu workshop penyusunan proposal dan teknis pitching desk.
Setelah menerima bekal teori, para peserta yang membawa berbagai inovasi produk kuliner halal ini akan memasuki fase mentoring dan seleksi proposal bisnis yang berlangsung selama sepekan, mulai Senin (8/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026).
Rangkaian program ini akan ditutup dengan kompetisi pitching proposal bisnis di hadapan dewan juri dari Bank Indonesia. Pemenang yang terpilih nantinya akan mendapatkan apresiasi khusus dari Bank Indonesia sebagai stimulus pengembangan usaha.
Melalui sinergi dan pelatihan berkelanjutan seperti ini, APUNA berharap dapat terus merawat dan mendampingi para pelaku usaha di lingkungan Nasyiatul Aisyiyah agar tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri. (*/tim)
