Kesuksesan perhelatan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-3 tingkat Jawa Timur Tahun 2026 tidak lantas membuat Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur berpuas diri.
Menyadari bahwa Fashmu baru menyentuh ceruk pembinaan anak-anak melalui ajang perlombaan, Majelis Tabligh PWM Jatim kini bersiap melangkah lebih jauh lewat gerakan yang menyentuh akar rumput kemakmuran masjid.
Langkah strategis ini dirumuskan dalam rapat khusus yang berlangsung khidmat di Mushola Waqaf Bil Hidayah, Dusun Botokan, Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut melahirkan sebuah agenda besar: Anugerah Masjid Muhammadiyah Inspiratif (AMMI).
Mengusung tagline “Kaderisasi, Kolaborasi, Inspirasi”, AMMI dirancang bukan sekadar ajang kompetisi antar-masjid. Lebih dari itu, program ini menjadi instrumen evaluasi sekaligus penggerak peran insan dan pembina masjid dalam menghidupkan fungsi tempat ibadah secara holistik.

Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup kebersihan, pengelolaan amal usaha masjid, keberlanjutan program kaderisasi, hingga sejauh mana masjid mampu hadir sebagai solusi konkret bagi perekonomian umat.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. H. M. Sholihin Fanani, M.PSDM. Ia menegaskan pentingnya mendorong para takmir dan pemakmur masjid untuk berani keluar dari rutinitas konvensional melalui terobosan-terobosan yang segar dan mencerahkan.
“Kita ingin memantik semangat para pengelola masjid agar melahirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi jemaahnya sendiri, tetapi juga mampu menjadi cermin inspirasi bagi masjid-masjid lainnya,” ujar Dr. Sholihin Fanani.
Ia menambahkan, peran vital masjid tidak boleh berhenti pada aspek fisik dan ibadah mahdhah semata, melainkan harus dibarengi dengan regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
“Masjid Muhammadiyah juga harus melakukan pengkaderan yang kuat. Generasi muda inilah yang kelak meneruskan dan membawa inspirasi baru demi mewujudkan kemakmuran masjid serta kemakmuran umat secara luas,” lanjutnya.
Mendorong Masjid sebagai Solusi Umat
Gagasan di balik hadirnya AMMI mencerminkan pergeseran paradigma dalam memandang fungsi tempat ibadah di era modern. Masjid tidak lagi diposisikan sekadar sebagai tempat menunaikan salat berjamaah dan pengajian, melainkan sebagai pusat peradaban lokal yang responsif terhadap dinamika sosial di sekitarnya.
Melalui tiga pilar utamanya—Kaderisasi, Kolaborasi, dan Inspirasi—AMMI mendorong hadirnya ekosistem masjid yang mandiri dan inklusif, yakni:
- Kaderisasi: Memastikan masjid memiliki sistem pembinaan generasi muda yang terstruktur, sehingga kepengurusan masjid selalu diisi oleh ide-ide segar dan adaptif.
- Kolaborasi: Mengajak pembina masjid menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta pelaku ekonomi lokal untuk memperluas jangkauan manfaat.
- Inspirasi: Menjadikan praktik baik (best practices) dari masjid-masjid percontohan sebagai kurikulum terbuka yang dapat ditiru dan dikembangkan oleh daerah lain.
Dengan hadirnya Anugerah Masjid Muhammadiyah Inspiratif ini, Majelis Tabligh PWM Jatim optimistis dapat memicu gelombang kebangkitan masjid-masjid Muhammadiyah se-Jawa Timur—menjadikannya rumah ibadah yang bersih, makmur, serta berdaya guna bagi kesejahteraan umat dan bangsa. || chusnun
