Pendidikan Bermutu dimulai dari Beriman, Beradab, Berilmu, Beramal

Pendidikan Bermutu dimulai dari Beriman, Beradab, Berilmu, Beramal
*) Oleh : M. Syukron Dian
Wakil Ketua PCM Candi Majelis Kader
www.majelistabligh.id -

Pendidikan merupakan proses membentuk manusia yang utuh, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial. Dalam perspektif Islam, pendidikan yang bermutu harus dimulai dari penanaman iman, dilanjutkan dengan pembentukan adab, penguasaan ilmu, dan diwujudkan dalam amal saleh.

Al-Qur’an dan hadis menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membangun generasi terbaik melalui empat tahapan tersebut. Dalam hal ini membahas konsep pendidikan bermutu berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan implementasinya dalam kehidupan nyata.

1. Dari iman tumbuhkan fitrah manusia (Beriman). (QS. Al-A’raf: 7/172).
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman):
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ
Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari Kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami dahulu lengah terhadap ini. (QS. Al-A’raf: 7/172).

Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan iman merupakan pendidikan pertama dan utama dalam kehidupan manusia, karena setiap anak lahir membawa fitrah tauhid dan pengakuan terhadap Allah sebagai Rabbnya.

Tugas orang tua, guru, dan pendidik bukan menciptakan keimanan dari nol, melainkan menjaga, memelihara, dan menguatkan fitrah keimanan yang telah Allah tanamkan dalam diri setiap anak.

Oleh karena itu, pendidikan yang bermutu harus dimulai dengan penanaman iman dan tauhid, karena iman adalah pondasi yang akan melahirkan adab yang mulia, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang saleh.

2. Dari iman sucikan hati (Beradab). (QS. Al-Jumuah: 62/2).
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan hati mereka dari virus AIDS (Angkuh, Iri, Dengki, Serakah dan Sombong). (QS. Al-Jumuah: 62/2).

QS. Al-Jumu’ah ayat 2 mengajarkan bahwa setelah iman ditanamkan melalui pembacaan ayat-ayat Allah, langkah berikutnya adalah menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs). Hal ini menunjukkan bahwa tujuan iman bukan hanya untuk diketahui dan diyakini, tetapi juga untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti kesombongan, iri hati, dengki, kebohongan, kemarahan yang berlebihan, dan cinta dunia yang berlebihan.

3. Dari adab ajarkan kitab dan hikmah (Berilmu). (QS. Al-Jumuah: 62/2).
وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al-Jumuah: 62/2).

• Orang berilmu dihormati karena ilmunya, tetapi orang beradab dicintai karena akhlaknya.

4. Ilmu bermanfaat amal berlipat (Beramal). (HR. Muslim no. 1893).
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim no. 1893).

• Mengajarkan ilmu dan kebaikan akan melahirkan amal yang terus berlipat ganda pahalanya. Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala meskipun pemiliknya telah meninggal dunia.

• Pendidikan bermutu bukan sekadar membuat anak pintar, tetapi menjadikan anak beriman, beradab, berilmu, dan beramal. Sebab generasi terbaik bukan hanya cerdas pikirannya, tetapi juga bersih hatinya dan mulia akhlaknya.

Mendidik anak perlu kesholihan orang tua
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Pendidikan bermutu tidak hanya bergantung pada sekolah, guru, kurikulum, atau fasilitas pendidikan, tetapi sangat ditentukan oleh keshalihan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak. Anak adalah cerminan dari lingkungan keluarga tempat ia tumbuh dan berkembang.
Pendidikan bermutu lahir dari keluarga yang bermutu. Orang tua yang beriman akan menanamkan iman, orang tua yang beradab akan melahirkan adab, orang tua yang berilmu akan menumbuhkan ilmu, dan orang tua yang beramal akan menginspirasi amal shaleh pada anak-anaknya.

4 BERMUTU untuk Orang Tua, 4 BERMUTU untuk Anak
1. Beriman Fondasinya,
2. Beradab Akhlaknya,
3. Berilmu Wawasannya,
4. Beramal Kehidupannya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search