Program Beasiswa BAZNAS Cendekia Konsentrasi Filantropi Islam Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi amil dan praktisi filantropi masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. Zainut Tauhid, dalam pembukaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Beasiswa BAZNAS Konsentrasi Filantropi Islam SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Hotel Kristal, Jakarta, Rabu -Kamis, (23-24 /09/ 2026).
Mantan Wakil Menteri Era Yaqut Qoumas (Gus Yaqut) menyampaikan apresiasi tinggi kepada SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atas perkembangan dan capaian Mahasiswa peraih program beasiswa tersebut.
Menurutnya, Beasiswa BAZNAS Cendekia merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang filantropi.
“Beasiswa pendidikan ini bagian dari investasi jangka panjang,” ujar Zainut.
Ia berharap para penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di bidang filantropi Islam dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pengelolaan zakat dan filantropi di Indonesia.
“Wajah-wajah amilin ke depan ada di tangan para alumni Filantropi Beasiswa Cendekia, khususnya yang di UIN Jakarta,” katanya.
Zainut juga menekankan agar karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa Filantropi Islam tidak berhenti sebagai karya akademik semata. Menurutnya, hasil penelitian mahasiswa perlu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan filantropi, khususnya dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Zainut yang juga pernah menempuh pendidikan doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan pengalamannya selama menjalani pendidikan di kampus tersebut.
Ia menyebut tradisi akademik di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki kedisiplinan yang kuat.
“Saya juga bersyukur telah lulus doktoral selama waktu yang cukup panjang. Kampus SPs ini luar biasa, memiliki tradisi akademik yang sangat disiplin,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip ungkapan yang selama ini dikenal di lingkungan kampus tersebut.
“Masuk UIN Syahid (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) mudah masuknya, susah keluar,” ujar Zainut yang disambut suasana hangat peserta.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Zulkifli, MA menyampaikan apresiasi atas kerjasama UIN Jakarta – BAZNAS melalui Program Beasiswa Amil dan Praktisi Filantropi.
“Terima kasih atas support dan kerja sama untuk Program Beasiswa Amil dan Praktisi Filantropibpada Batch 1-2 progres sangat signifikan,” tegasnya.
Prof. Zulkifli juga menyampaikan sejumlah capaian dan perkembangan program yang dinilainya sangat baik, seperti mmcapaian mayoritas Progress Mahasiswa sesuai time line yang di tebrukan. Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus dilanjutkan.
“Kami tentu berharap program istimewa ini bisa dilanjutkan,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.
Dalam sesi tanya jawab dan testimoni, mahasiswa program doktoral, Farid Septian, mengatakan Beasiswa BAZNAS Cendekia memberikan ruang yang cukup Strategis bagi para praktisi filantropi untuk meningkatkan literasi akademik mengenai zakat dan wakaf.
Menurut Farid, keberadaan program pendidikan tersebut menjadi sarana penting untuk mempertemukan pengalaman praktis di bidang filantropi dengan kajian akademik.
“Skema pendidikan yang tepat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga prosesnya lancar dan bisa diperluas penerima manfaatnya,” ujarnya.
Kegiatan Monev tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Beasiswa BAZNAS Cendekia sekaligus ruang untuk melihat perkembangan akademik para penerima beasiswa dan kontribusi mereka terhadap pengembangan filantropi Islam di Indonesia.(m roissudin)
