Pengajian Muhammadiyah Jadi “Rest Area” bagi Kesehatan Mental

www.majelistabligh.id -

Di tengah derasnya informasi seperti berita tentang emas 74 kg, sampai ijazah palsu yang beredar dan menjadi perbincangan publik, pengajian Muhammadiyah diharapkan jadi rest area untuk melepas lelahnya mental warga bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang II Kajian Al Qur’an dan Hadis Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Aly Aulia dalam Pengajian Malam Selasa Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Aly mengamati, kehidupan warga bangsa termasuk warga Muhammadiyah tak hanya lelah fisik, tapi juga yang lebih berat adalah lelah dan penat mental dan jiwa sebab terpaan informasi yang beredar di ruang maya seakan-akan tidak pernah ada hentinya.

“Ketika mendengarkan Youtube masih mengobrolkan ijazah, alhamdulillah kita ngobrolin Tafsir At Tanwir. Ini sebuah kesyukuran. Saya kira inilah obatnya (pengajian Muhammadiyah),” kata Aly Aulia.

Terlebih Pengajian Malam Selasa ini tercatat sebagai pengajian terlama yang masih eksis sampai saat ini, di mana pengajian ini telah ada sejak awal mula Muhammadiyah berdiri. Sebab Pengajian Malam Selasa ini dirintis langsung oleh Kiai Ahmad Dahlan.

Forum kajian prestisius ini menjadi wadah pembinaan ideologi, transmisi sanad keilmuan, serta pusat diskusi responsif terhadap isu-isu keumatan dan gerakan dakwah Islam.

“Semoga Majelis Tabligh diberikan istikamah untuk bisa benar-benar menjaga semangat pengajian, kajian, sehingga bisa menjadi benteng masyarakat dalam pemenuhan asupan mental,” katanya.

Di tengah arus informasi yang melimpah, alih-alih fisik, justru yang mengalami kelelahan berlebihan adalah mental maupun jiwa manusia. Terlebih gawai sudah di genggaman, maka intervensi atau stressor sangat mudah masuk ke jiwa manusia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search