Peristiwa Gempa Bumi

Kerusakan parah dalam gempa bmi di Venezuela.
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Gempa Venezuela terjadi dalam bentuk gempa kembar dengan kekuatan Magnitudo 7,2, disusul 7,5 yang berjarak hanya 39 detik. Bencana ini mengakibatkan kerusakan bangunan masif, menghancurkan fasilitas publik, serta menimbulkan korban jiwa hingga lebih dari 2.000 orang.

Hikmah spiritual dari peristiwa gempa di Venezuela adalah pengingat bahwa alam dan kehidupan sangat rapuh. Bencana besar ini menjadi panggilan moral agar manusia selalu bersyukur, saling menguatkan dalam kasih sayang, dan mawas diri atas kekuasaan Tuhan yang Maha Besar.

Semua kejadian ini tentu menuntut kita sebagai orang beriman untuk melakukan muhasabah atau instropeksi diri. Karena bagi orang mukmin, musibah gempa bukanlah sekedar musibah biasa yang kejadiannya bisa diterangkan secara ilmiah dari sudut pandang ilmu geologi. Namun ada dimensi transendental atau sesuatu yang bersifat nonfisik yang melatar belakangi terjadinya musibah gempa.

Bumi memiliki kekayaan yang tak terhitung banyaknya, keistimewaan yang agung, dan manfaat yang besar. Tetapi Allah membuat di dalamnya ada bencana alam dan musibah yang kerusakannya terbatas dalam kehidupan duniawi. Semua itu yang Allah timbulkan sesuai kehendak-Nya dan kapan pun Dia kehendaki.

Gempa yang kita lihat dan dengar dari waktu ke waktu, semuanya terbatas, di lokasi terbatas dan memiliki akibat yang terbatas. Pada saatnya, akan ada gempa yang melanda seluruh bumi di semua benua. Allah Ta’ala berfirman,

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا -١- وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا -٢

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.” (QS. Az-zalzalah: 1-2)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan gempa bumi dan bencana alam dalam sejumlah ayat yang mulia dengan mengisyaratkan adanya gerakan bumi dan aktivitas geologisnya seperti getaran dan guncangan serta berbagai akibatnya berupa kerusakan, kehancuran, dan kebinasaan makhluk hidup serta propertinya di permukaan bumi.

Di antara ayat-ayat yang berbicara tentang hal itu adalah sebagai berikut:

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

“Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan,” (QS. Al-Waqi’ah ayat 4-6).

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (QS. Al-Mulk ayat 16)

أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا

“Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,” (QS. Al-Israa’ ayat 68)

وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ

وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ

“Dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.” (QS.Al-Insyiqaq ayat 3-4)

Ini adalah sebagian dari ayat-ayat yang menerangkan tentang kejadian gempa bumi, yang sebagiannya merupakan peristiwa yang dampak kerusakannya bersifat terbatas namun ada juga yang merupakan satu tanda dari tanda-tanda permulaan terjadinya hari kiamat.

Hadis Nabi

Rasulullah saw juga telah menginformasikan tentang fenomena gempa bumi. Beliau menegaskan bahkan hari kiamat itu tidak akan terjadi kecuali sebelumnya telah didahului dengan banyak gempa bumi yang terjadi di berbagai belahan bumi.

Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ

”Kiamat tidak akan terjadi sampai ilmu diangkat dan banyak gempa bumi, waktu menjadi terasa singkat, fitnah merajalela dan banyak terjadi al-harju yaitu pembunuhan, hingga beredar banyak harta di antara kalian.”

Hadis tersebut adalah Sahih Bukhari Nomor 1036. Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat Nabi, Abu Hurairah.

Hadis tersebut mengandung pesan:

  • “Ilmu akan diangkat”: Ilmu agama hilang karena ulama wafat.
  • “Banyak gempa bumi”: Peristiwa alam terjadi terus-menerus.
  • “Waktu berdekatan”: Waktu terasa sangat singkat dan cepat berlalu.
  • “Banyak pembunuhan”: Manusia mudah saling membunuh karena sebab sepele.
  • “Harta melimpah”: Kekayaan duniawi tersebar sangat luas di akhir zama

Kemudian sebuah hadis dari sahabat Salamah bin Nufail as-Sakuni radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ) وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلاَزِلِ

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah ﷺ (lalu beliau menyebutkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang dahsyat, dan setelah itu adalah tahun-tahun gempa bumi.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal 16819 dalam kitab Musnad dan Imam Ad-Darimi No 55 dalam kitab Sunan dari sahabat Nabi yang bernama Salamah bin Nufail As-Sakuni radhiyallahu ‘anhu.

Berikut adalah ringkasan kandungan dari hadis tersebut:

  • Dua Kematian Dahsyat: Sebelum Kiamat tiba, akan terjadi dua peristiwa kematian massal yang sangat mengerikan. Banyak ulama mengaitkannya dengan wabah penyakit besar atau peperangan besar.
  • Tahun-tahun Gempa Bumi: Setelah dua kematian dahsyat itu berlalu, dunia akan memasuki masa di mana gempa bumi terjadi secara terus-menerus dan meluas di berbagai penjuru dunia.
  • Peringatan Akhir Zaman: Peristiwa alam yang ekstrem ini adalah peringatan dari Allah ﷻ. Umat Islam diperintahkan untuk menjadikan musibah sebagai pengingat agar bertaubat, mendekatkan diri kepada-Nya, dan mempersiapkan bekal amal ibadah. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search