Semakin banyak seseorang belajar, maka semakin mereka menyadari betapa sedikit ilmu yang dimiliki.
MaasyaAllaah…
Dalam perkara akidah, para ulama salaf tidak pernah mempertanyakan “bagaimana” Allah beristiwa. Karena Allah mengabarkannya dalam Al-Qur’an, namun tidak menjelaskan kaifiyah-nya.
Mereka mengimani apa yang Allah kabarkan, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, tanpa menolak sifat-Nya, dan tanpa bertanya tentang hal yang tidak Allah jelaskan.
Inilah adab seorang mukmin terhadap perkara gaib, yakni.. menerima dengan iman. Bukan memaksakan akal untuk mengetahui sesuatu yang memang tidak Allah bukakan ilmunya.
Lihatlah ilmu manusia hari ini…
Meski teknologi berkembang begitu pesat, masih banyak rahasia ciptaan Allaah yang belum berhasil diungkap. Dokter spesialis jantung masih terus meneliti jantung. Begitu pula dokter spesialis paru, masih menemukan hal-hal baru tentang paru-paru.
Padahal itu semua adalah ciptaan Allaah.
Lalu bagaimana mungkin kita berharap mampu mengetahui hakikat Dzat Sang Pencipta dengan akal yang terbatas ?
Maka semakin berilmu, seharusnya semakin tawadhu’. Dan semakin mengenal Allaah, seharusnya semakin tunduk kepada wahyu.
Semoga Allaah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, akidah yang lurus, serta hati yang tunduk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Baarakallaahu fiikum…
ismirzaf@gmail.com fimdalimunthe55@gmail.com
