Pertama Kali, Muhammadiyah Bangun Pondok Rehabilitasi Khusus Perempuan ODGJ

Ibu Andayanti yang telah mewakafkan tanah seluas 1000 meter persegi untuk pondok rehabilitasi khusus perempuan ODGJ. (ist)
www.majelistabligh.id -

Membangun pondok pesantren untuk santri berprestasi atau penghafal Al-Qur’an sudah menjadi hal yang lumrah bagi lembaga keagamaan. Namun, langkah berbeda diambil oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

Mereka menginisiasi pembangunan Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah, sebuah pusat rehabilitasi yang dirancang khusus untuk merawat dan memulihkan kaum perempuan dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Berlokasi di kawasan Pandansari, Kecamatan Ajibarang, kehadiran pondok ini menjadi oase di tengah minimnya fasilitas rehabilitasi mental yang ramah gender di Indonesia.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan ODGJ menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Mereka sangat rentan terhadap kekerasan fisik, eksploitasi seksual, hingga stigma sosial yang berlapis.

Muhammadiyah memandang persoalan ini bukan sekadar masalah medis, melainkan panggilan kemanusiaan dan keagamaan. Melalui Pondok Putri Lembah Pintar, PCM Ajibarang berkomitmen menyediakan ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat. Di tempat ini, para warga binaan tidak hanya mendapatkan perawatan fisik dan psikologis, tetapi juga pembinaan spiritual yang humanis untuk mengembalikan hak mereka hidup layak.

Lokasi yang kini dimulai pembangunan pondok rehabilitasi khusus perempuan ODGJ. (ist)
Lokasi yang kini dimulai pembangunan pondok rehabilitasi khusus perempuan ODGJ. (ist)

Menjawab Urgensi Krisis Kesehatan Jiwa

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial jika melihat data kesehatan mental di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan laporan Kementerian Kesehatan, diperkirakan ada lebih dari 19 juta penduduk berusia di atas 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional.

Lebih memprihatinkan lagi, ada ratusan ribu orang yang tengah berjuang melawan gangguan jiwa berat, dan mayoritas belum mendapatkan penanganan layak. Keterbatasan fasilitas rehabilitasi sering kali membuat keluarga mengambil jalan pintas yang keliru, seperti pemasungan. Kehadiran pondok ini diharapkan mampu memutus rantai pemasungan melalui solusi penanganan yang ilmiah sekaligus religius.

Sosok di balik berdirinya pondok ini adalah Andayanti, seorang wakif yang menghibahkan tanahnya seluas 1.000 meter persegi di Pandansari. Andayanti mengaku keputusannya didasari oleh kekagumannya terhadap aksi nyata Muhammadiyah yang inklusif.

“Alhamdulillah, menurut saya Muhammadiyah luar biasa. Saya pribadi pernah dibantu oleh ambulans Muhammadiyah. Karena itu, saat mewakafkan tanah ini, saya yakin akan dikelola menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat,” ujar Andayanti.

Ia menambahkan bahwa jaringan kuat yang dimiliki Muhammadiyah menjadi alasan utama keyakinannya. Dengan banyaknya Rumah Sakit Muhammadiyah dan Fakultas Kedokteran di berbagai universitas Muhammadiyah, Pondok Putri Lembah Pintar dapat dengan mudah disinergikan dengan tenaga profesional.

“Pondok khusus perempuan ODGJ ini tidak bisa lepas dari penanganan medis. Nantinya, tempat ini tentu akan didukung oleh dokter spesialis jiwa, perawat kesehatan jiwa, dan tenaga profesional lainnya. Saya rasa ini adalah jalan yang sudah diatur oleh Allah Swt,” tambahnya.

Mengintegrasikan Tiga Pilar Pemulihan

Pembangunan Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah saat ini sedang berjalan dan dirancang untuk mengintegrasikan tiga pilar pemulihan utama:

  • Medis dan Psikologis: Pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan dan psikolog untuk kontrol obat serta terapi emosional.
  • Spiritual: Pendekatan keagamaan yang menenangkan untuk memulihkan ketenangan jiwa warga binaan.
  • Kemandirian: Pelatihan keterampilan (vokasional) ringan agar mereka siap berdaya dan kembali ke masyarakat setelah dinyatakan pulih.

Pembangunan rumah harapan ini membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk saling mengulurkan tangan dan terlibat dalam aksi nyata kemanusiaan. Dukungan dari berbagai pihak akan menjadi jembatan kesembuhan bagi para perempuan yang sedang berjuang menjemput kembali masa depan mereka. || */chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search